Breaking News:

Brigadir J Ditembak Mati

Rosti Simanjuntak Ceritakan Kenangan Bersama Yosua, Diingatkan Baca Alkitab, Sadar Keluarga Miskin

Ibu Brigadir Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak menceritakan kenangan bersama anaknya yang membuatnya merasa sangat rindu

HO
Ibu Brigadir Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak menceritakan kenangan bersama anaknya yang membuatnya merasa sangat rindu 

TRIBUN-MEDAN.com - Ibu Brigadir Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak berjuang untuk mendapatkan keadilan atas kematian anaknya pada 8 Juli 2022 lalu. Rosti merasa sakit melihat kondisi jasad anaknya yang meninggal dengan mengenaskan. 

Rosti menceritakan bahwa Yosua Hutabarat merupakan anak yang baik dan patuh pada orangtua.

Bahkan, Yosua yang terlahir di keluarga miskin sadar diri untuk membantu orangtua. 

Pada tayangan Program Rosi di Kompas TV, Rosti Simanjuntak menceritakan suasana hatinya sekarang. 

Meski berkas perkara para tersangka pembunuhan berencana Brigadir J sudah dinyatakan lengkap, namun Rosti tetap merasa kasus pembunuhan anaknya masih berbelit-belit dan belum berujung pada penyelesaian.

Rasa pilu, sedih dan hancur hati ini juga yang membuat Rosti belum mampu menjalankan pekerjaannya sebagai guru sekolah dasar.

"Ini membuat kami terpukul, sangat terguncang akan keadilan di negara ini," ujarnya di Program Rosi KOMPAS TV, Kamis (29/9/2022).

Rosti menyatakan seorang ibu pastinya tidak pernah menerima bila nyawa anak yang dibesarkan dengan kasih sayang dirampas dengan pembunuhan secara sadis dan keji.

Tak banyak yang diinginkan keluarga dari kasus pembunuhan Brigadir J ini. Keluarga hanya berharap kasus ini bisa terungkap secara terang benerang dan keadilan bisa diwujudkan.

"Bantulah kami keluarga yang kecil ini untuk mengungkap kasus ini terungkap seterang-terangnya dan sebenar-benarnya agar keadilan di negeri ini diwujudkan dan kami juga keluarga dan rakyat nyaman tinggal di negeri ini," ujar Rosti.

Rosti bercerita semasa hidup Yosua selalu mengingatkan keluarga untuk taat kepada Tuhan. Almarhum juga tidak segan untuk mengingatkan dirinya untuk membaca Alkitab.

"Bangun mama, tidur mama, usahakan baca Alkitab. Selalu Yosua menyarankan kami sekeluarga harus menjadi keluarga yang taat kepada Tuhan. Keluarga kami keluarga yang sangat pahit, jadi Yosua ini anak yang bisa hidup prihatin, dia sanggup mengerti keadaan dan kondisi keluarganya," ujar Rosti.

Rosti mengingat sepadat apa pun pekerjaan yang dijalani, Yosua selalu menyisihkan waktu untuk menghubungi keluarga, terutama ibunya.

Tiap malam ia selalu mendapat telepon dari Yosua untuk mengingatkan berdoa sebelum tidur.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved