Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Zuryati Simbolon, Wanita Berdarah Batak, Jabat Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk

Kemudian menjabat Direktur Keuangan & Administrasi PT Transportasi Gas Indonesia tahun 2015-2017, Direktur Komersial PT Railink tahun 2014-2015.

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Ayu Prasandi
HO
Zuryati Simbolon 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Sosok Zuryati Simbolon adalah Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk dan Komisaris di PT Len Industri.

Zuryati Simbolon ditunjuk sebagai Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk sejak tanggal 23 Oktober 2020 berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-395/MBU/12/2020 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian Badan Usama Milik Negara.

Sebelum menjabat sebagai Asisten Deputi Direktur Zuryati Simbolon lebih dulu berkarir menjadi Anggota Dewan Komisaris Perum Jasa Tirta tahun 2011-2014, serta Anggota Dewan Komisaris PT Kereta Api Properti Manajemen tahun 2009-2013.

Beliau juga pernah dipercaya menjadi Anggota Dewan Komisaris PT Asuransi Jasa Indonesia pada tahun 2014,

Kemudian menjabat Direktur Keuangan & Administrasi PT Transportasi Gas Indonesia tahun 2015-2017, Direktur Komersial PT Railink tahun 2014-2015.

Zuryati Simbolon juga pernah menjabat Direktur Utama PT Transportasi Gas Indonesia tahun 2017-2020.

Dalam bidang Pendidikan Zuryati Simbolon meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1995 di Universitas Sriwijaya.

Selain itu menyelesaikan Zuryati Simbolon gelar Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005.

Baca juga: SOSOK Prajurit Kopassus Tinggi Hanya 165 cm Mampu Taklukkan Puncak Gunung Tertinggi di Dunia

Sekilas PT Semen Kupang

PT Semen Kupang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Negara NTT yang dimulai oleh Gubernur El Tari dengan PT Semen Gresik.

Survey awal pembangunan PT Semen Kupang dilakukan pada 1 Juni 1974. Saat itu, Undang-Undang No. 5 diundangkan pada tahun 1974, yang menyatakan bahwa Gubernur adalah satu-satunya pemegang kekuasaan di daerah.

Semen Kupang merupakan satu-satunya industri semen di NTT yang mulai beroperasi langsung oleh Presiden Soeharto pada 14 Agustus 1983. Saat itu, kapasitas produksi mencapai 120.000 ton per tahun.

Sejak awal, Semen Kupang merupakan perusahaan patungan dari PT Semen Gresik (mayoritas), BNI dan Pemda NTT melalui PD Flobamora (1,12 persen).

Pada tahun 1991, perusahaan berubah status menjadi BUMN. Karena harus diekspor ke Australia, maka kapasitas produksinya ditingkatkan menjadi 570.000 ton per tahun. Sayangnya, pada Maret 2008, pabrik tersebut gulung tikar karena bangkrut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved