Brigadir J Ditembak Mati

JAKSA AGUNG: Kasusnya Memang Biasa, Tapi Pelakunya yang Luar Biasa. . . .

Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan penanganan kasus kematian Brigadir Yosua ini sebenarnya tidak rumit.

Editor: Abdi Tumanggor
TRIBUN MEDAN/HO
Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanudin didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana, saat melakukan Kunjungan Kerja ke Sumut beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM - JAKSA AGUNG: Kasusnya Memang Biasa, Tapi Pelakunya yang Luar Biasa. . . .

Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan penanganan kasus kematian Brigadir Yosua ini sebenarnya tidak rumit.

Hanya saja, pelakunya memang luar biasa. Di mana kasus ini menyeret beberapa jenderal polisi seperti Ferdy Sambo sebagai tersangka utama dan juga puluhan personel perwira Polri lainnya.

"Kalau kasusnya sendiri nggak terlalu ruwet kok, biasa bagi jaksa. Cuma sekarang yang luar biasa adalah pelakunya seorang jenderal, menembak di rumah jenderal, yang ditembak juga anggota polisinya juga. Polisi nembak polisi, Kemudian tersangka obstruction of justice-nya perwira polri," ujarnya.

Menurut Burhanuddin, pihaknya berupaya profesional dan transparan dalam menangani kasus ini.

Dalam dakwaan yang mereka susun, kejaksaan berkomitmen mengungkap fakta seterang-terangnya terkait pembunuhan Yosua.

Sementara, perihal motif pembunuhan, Burhanuddin yakin akan terungkap dalam persidangan.

"(Motif pembunuhan) pasti terungkap karena bagaimanapun juga kita akan gali terus dan hakim juga akan menggalinya," katanya.

Jaksa Agung Burhanuddin berharap perkara Ferdy Sambo dkk segera tuntas.

Dia memperkirakan, kasus ini bisa selesai dalam waktu tiga bulan sejak dilimpahkan ke pengadilan atau akhir tahun ini.

"Harusnya tiga bulan ini selesai. Kalau lebih cepat lebih bagus lagi," kata dia.

Katanya, Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) telah menyiapkan sekitar 75 jaksa untuk menghadapi geng Ferdy Sambo dalam kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J tersebut di persidangan.

Jumlah tersebut terdiri dari jaksa yang menangani perkara pembunuhan berencana, serta obstruction of justice atau tindakan menghalang-halangi penyidikan.

"Untuk (Pasal) 340 (soal pembunuhan berencana) itu 30 jaksa, kemudian untuk obstruction of justice itu sekitar 45 jaksa," kata Jaksa Agung RI ST Burhanuddin dalam tayangan Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: PUTRI CANDRAWATHI: Anak-anakku Sayang, Belajar yang Baik Tetap Gapai Cita-citamu dan Selalu Berbuat yang Terbaik

Jaksa Agung Jamin Tak Tak Ada Lobi-lobi

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved