Breaking News:

Kasus Pembunuhan Brigadir J

LPSK Sebut Putri Candrawathi Korban Palsu Pelecehan Brigadir J, Istri Ferdy Sambo Akhirnya Ditahan

Kian Berani, LPSK Kini Sebut Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Korban Palsu Pelecehan Brigadir J

Ist
Putri Candrawathi Pakai Baju Tahanan 077. Kian Berani, LPSK Kini Sebut Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Korban Palsu Pelecehan Brigadir J 

TRIBUN-MEDAN.COM - Putri Candrawathi istri eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo akhirnya ikut ditahan dalam kasus kematian tragis Brigadir J.

Sebelumnya, Putri Candrawathi masih bisa berada di luar penjara dengan alasan kemanusiaan yakni memiliki bayi.

Kini, selain ditahannya Putri Candrawathi, Presiden Jokowi juga sudah menandatangani surat pemecatan Ferdy Sambo.

Sementara itu, terkait kasus pelecehan istri Ferdy Sambo, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akhirnya berani menyebut Putri Candrawathi sebagai korban palsu.

Sebelumnya, Putri Candrawathi mengaku menjadi korban dari dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) ajudan Ferdy Sambo.

Namun status Putri Candrawathi sebagai korban pelecehan seksual yang diduga menjadi pemicu dibunuhnya Brigadir J tersebut diragukan oleh LPSK.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan bahwa pihaknya merasa janggal dengan laporan Putri Candrawathi.

Sebagaimana diketahui Putri Candrawathi sempat mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK pada awal bergulirnya kasus penembakan Brigadir J ini.

Baca juga: Roy Kiyoshi Sudah Prediksi Rizky Billar Tak Setia, Kini Selingkuh Sakiti Lesti Kejora, Terbukti?

Rosti Simanjuntak Ibunda Brigadir Yosua dan Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo. Kian Berani, LPSK Kini Sebut Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Korban Palsu Pelecehan Brigadir J
Rosti Simanjuntak Ibunda Brigadir Yosua dan Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo. Kian Berani, LPSK Kini Sebut Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo Korban Palsu Pelecehan Brigadir J (Kolase Tribun-Medan.com/Kompas TV)

Setelah dipertimbangkan, LPSK memutuskan untuk menolak memberikan perlindungan kepada Putri Candrawathi.

Selain itu, LPSK menyebut bahwa Putri Candrawathi adalah pemohon yang unik selama 14 tahun berdirinya lembaga perlindungan tersebut.

Pasalnya Putri Candrawathi tidak menunjukkan antusias ataupun sikap responsif, berbeda dengan pemohon LPSK pada umumnya.

"Semuanya merespons upaya LPSK untuk mendalami tentang apa yang mereka alami.

Tapi hal ini berbeda dengan Ibu PC," ujar Edwin seperti dilansir dari kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (27/9/2022).

"Ibu PC sebagai pengaju permohonan adalah kan berarti orang yang membutuhkan dukungan, perlindungan, batuan dari LPSK tetapi kok tidak responsif, tidak merespons dan tidak antusias," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved