Gempa Taput

VIRAL di Media Sosial Wisata Air Panas Belerang Sipoholon Mendadak Mengering setelah Gempa Bumi

Lokasi pemandian Air Panas Sipoholon, Tapanuli Utara, mendadak jadi perbicangan hangat di media sosial.

Editor: Abdi Tumanggor
tiktok
Air Panas Sipoholon Mati Pasagempa Bumi Melanda Kawasan Taput, Sabtu dinihari. 

TRIBUN-MEDAN.COM -  VIRAL di Media Sosial Wisata Air Panas Sipholon Mendadak Mengering setelah Diguncang  Gempa Bumi Tarutung.

Lokasi pemandian Air Panas Sipoholon, Tapanuli Utara, mendadak jadi perbicangan hangat di media sosial.

Di mana, lokasi wisata air panas ini mendadak mengering pasca-guncangan gempa bumi yang melanda kawasan Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara, Sabtu (1/10/2022) pukul 02.28 WIB dinihari.

Dikutip dari berita Antaranews, pihak BMKG dikabarkan telah melakukan pengecekan dan penelitian penyebab kematian mata air panas Sipoholon ini.

"Kalau untuk aktivitas geothermal memang ada hubungannya dengan gempa bumi. Hanya saja, untuk kepastiannya, apakah itu disebabkan oleh gempa bumi, dini hari tadi, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut," demikian diwartakan Antaranews.

Salah satu hal yang mempengaruhi geothermal adalah gempa tektonik.

Kemudian, aktivitas magma yang berada di bawah permukaan tanah juga dimungkinkan sebagai penyebabnya.

Namun, pergeseran kerak bumi yang mengakibatkan terjadinya gempa hanya merupakan salah satu faktor saja yang mengakibatkan mengeringnya sumber air panas tersebut.

Makanya, untuk memastikan penyeba mengeringnya mata air belerang panas Sipoholon tersebut, kata pihak BMKG Sumut dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Baca juga: FOTO-FOTO Gempa Bumi Tarutung, Kerusakan Bangunan dan Korban Luka-luka'

Baca juga: GEMPA BUMI TARUTUNG Diikuti 43 Kali Susulan, Ini Penjelasan BMKG dan Kapolres Taput


Salah satu akun Tiktok Dedi Prido Simatupang turut mengunggah video lokasi wisata air panas belerang Sipoholon yang tampak mengering tersebut.

Postingannya itu pun telah ditanggapi puluhan ribu akun dengan berbagai komentar keprihatinan dan kesedihan.

"Kemungkinan, aliran berpindah karna pergeseran tanah,kedua aliran tertutup dan akan keluar lagi setelah ada tekanan tinggi dan hasilkan semburan," tulis akun @Mangihut Purba6782.

"Di tahun 1986 Tarutung juga pernah gempa. bekisar 36 tahun yg silam. air panas juga mati. dgn Siring waktu air panas kembali normal," balas akun @RickyGabe.

"Baru 2 Minggu yg lalu dari sana ko sekarang air nya udah ga ada ,gara2 gempa ya Allah ngeri nya," tulis akun @Lina Wati Sireger.

"Apa pun yg kita alami semua kita serahkan ketangan Tuhan. tetap selalu waspada," tulis akun @benri120tamba.

"Mungkin pindah posisi akibat pergerakan tanah..kira2 kmn pindah semburannya ya," tulis akun @Arnold J.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved