Rusuh Arema FC vs Persebaya

POLISI LANGGAR Aturan FIFA, Gunakan Gas Air Mata Saat Kerusuhan Pertandingan Arema FC Vs Persebaya

Pertandingan sengit antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan memakan korban jiwa.

Editor: Fanry Maulana

TRIBUN-MEDAN.Com, Pertandingan sengit antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan memakan korban jiwa.

Kerusuhan terjadi saat suporter turun ke lapangan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya dengan skor 2-3.

Dikutip dari Kompas.com, tindakan suporter Arema FC tidak lepas dari kekalahan timnya dari Persebaya Surabaya.

Pihak keamanan kemudian mencoba mengamankan para pemain terlebih dahuu sebelum mengurai massa.

Kemudian, petugas keamaan menembakkan gas air mata guna mengurai massa yang turun ke lapangan.

Akan tetapi, tembakan gas air mata tersebut dibayar mahal.

Suporter mengalami sesak napas dan tak sedikit dari mereka yang jatuh pingsan.

Lebih buruk lagi, gas air mata tersebut memakan korban yang hingga artikel ini ditayangkan masih terus dikonfirmasi.

Dalam aturan FIFA terkait pengamanan dan keamanan stadion, penggunaan gas air mata nyatanya tidak diperbolehkan.

Lebih tepatnya tertulis di pasal 19 b soal pengamanan di pinggir lapangan.

"No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used (senjata api atau 'gas pengendali massa' tidak boleh dibawa atau digunakan)," tulis aturan FIFA. 

Jika mengacu pasal 19 b tersebut, pihak keamanan laga Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan melanggar aturan FIFA.

 

Artikel ini tayang di Kompas.com : https://www.kompas.com/sports/read/2022/10/02/02362348/penggunaan-gas-air-mata-di-kanjuruhan-melanggar-aturan-fifa?page=all

 

Selengkapnya tonton video : 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved