Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan

Bantuan Kemensos ke Korban Nyawa Tragedi Kanjuruhan : Beras 5 Kg, Kecap, Kopi, Teh, Saos, Minyak

Saat ini terhitung resmi, 125 korban jiwa dalam peristiwa tragedi di Kanjuruhan, Malang.

Editor: Dedy Kurniawan
Ho/ Tribun-Medan.com
Cerita Korban Tragedi Kanjuruhan Arema Malang 

TRIBUN-MEDAN.com - Saat ini terhitung resmi, 125 korban jiwa dalam peristiwa tragedi di Kanjuruhan, Malang.

125 korban ini, meninggal usai terjadi kerusuhan di Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya.

Duka mendalam dipastikan dirasakan oleh para keluarga korban kerusuhan di Kanjuruhan Malang ini.

Kini yang terbaru, Menteri Sosial Tri Rismaharini menjenguk dan memberikan santunan kepada ahli waris korban Tragedi Kanjuruhan.

Baca juga: Baim Wong Resmi Dipolisikan Meski Sudah Minta Maaf Soal Prank KDRT: Agar Ada Efek Jera

Baca juga: Terungkap Rizky Billar Terlapor KDRT, Mangkir Dua Kali Panggilan Bakal Dijemput Paksa Polisi

 
Risma memberikan santunan kepada 125 ahli waris yang terdata per Senin (3/10/2022) di Mota dan Kabupaten Malang.

Dirinya mengungkapkan data ini terus bergerak sesuai perkembangan di lapangan.

"Ini termasuk bencana sosial, juga ada konflik-konflik di beberapa tempat itu juga kami tangani," kata Risma melalui keterangan tertulis, Senin (3/10/2022).

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Danau Toba Ini Tawarkan Keindahan Alam dan Sejarah Serta Kebudayaan Batak

Baca juga: Rizky Billar Hilang Misterius Usai Dipolisikan Kasus KDRT, Suami Lesty Kejora Bakal Dijemput Paksa?

Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp15 juta dan paket sembako berupa beras 5 kg, minyak 2 liter, kecap, saus sambal, susu kental manis, biskuit, sarden, kopi dan teh.

Penembakan Racun Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
Penembakan Racun Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan (Ho/ Tribun-Medan.com)

"Kalau korbannya dalam satu keluarga ada dua, kami juga berikan dua, begitu. Kalau ada tiga, ya kita berikan tiga, standarnya begitu. Kita berikan ini, kemudian, kita berikan sembako," ucap Risma.

 

Selain santunan ahli waris, Risma telah menerjunkan Pelopor Perdamaian (Pordam) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu mengevakuasi korban di Stadion Kanjuruhan.

Tim dari Tagana dan Pordam juga melakujan pendataan ahli waris korban meninggal.


Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kemensos di seluruh indonesia juga hingga hari ini melakukan Layanan Dukungan Psikososial bagi korban luka berat maupun ringan dan dukungan bagi keluarga baik yang ada di rumah sakit maupun yang ada di rumah duka.

Selain itu, Kemensos melalui SDM PKH juga mendata ahli waris yang memiliki komponen ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia maupun disabilitas untuk bisa dimasukkan dalam DTKS sebagai basis data penerima bantuan sosial.

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved