Breaking News:

Berita Medan

Muskazar Divonis Bebas Hakim PN Medan dalam Kasus Pembunuhan Wanita Muda di Belawan

Vonis bebas kepada Muskazar alias Kajar (29) terdakwa pembunuhan wanita muda berinisial SF (19) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan

HO / TRIBUN MEDAN
Persidangan perkara pembunuhan SF dengan agenda keterangan saksi beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Majelis hakim yang diketuai Khamozaro Waruwu menjatuhkan vonis bebas kepada Muskazar alias Kajar (29) terdakwa pembunuhan wanita muda berinisial SF (19) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/10/2022).

Terdakwa dinilai tidak terbukti melakukan pembunuhan terhadap korban. Sementara terdakwa Jefry alias Konyak divonis 14 tahun penjara. "Mengadili, menyatakan perbuatan terdakwa Muskazar alias Kajar tidak terbukti bersalah sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)," tegas Majelis hakim.

Majelis hakim kemudian memerintahkan Jaksa Penutut Umum (JPU) Christian Sinulingga tersebut untuk melepaskan terdakwa Muskazar dan memulihkan hak-haknya.

"Menyatakan tuntutan penuntut umum tidak dapat diterima, oleh karenanya memerintahkan para penuntut umum untuk mengeluarkan terdakwa dari tahanan setelah putusan ini diucapkan dan memulihkan hak-hak terdakwa," kata hakim.

Dalam nota putusannya, Majelis hakim menilai perbuatan warga Dusun II Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Berdagai ini tidak terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana Subs Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana Subs Pasal 365 Ayat (4) KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Sementara rekannya yakni terdakwa Jefry alias Konyak (berkas terpisah) dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban SF. 

Pria berusia 25 tahun yang merupakan warga Kecamatan Medan Belawan itu dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 365 Ayat (4) KUHPidana. "Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Jefry alias Konyak dengan pidana penjara selama 14 tahun," sebut Majelis hakim.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa masing-masing pidana penjara selama 20 tahun penjara.

Menanggapi putusan itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Belawan, Oppon Siregar mengatkan bahwa pihaknya akan melakukan upaya hukum terkait putusan yang diberikan majelis hakim terhadap kedua terdakwa.

"Kita ajukan upaya hukum. Untuk terdakwa Muskazar alias Kajar kita mengajukan upaya hukum Kasasi. Sementara untuk terdakwa Jefry alias Konyak kita mengajukan banding. Sebab, sebelumnya kita menuntut kedua terdakwa dengan masing-masing 20 tahun penjara," sebutnya. 

Mengutip dakwaan JPU Christian Sinulingga menuturkan, bahwa perkara ini berawal pada Rabu, 15 Desember 2021 lalu sekira pukul 20.30 WIB, saat kedua terdakwa yang baru selesai melaut pergi ke lokasi Bagan Tambahan untuk membeli dan mengkonsumsi sabu-sabu. 

Selanjutnya, sekira pukul 23.00 WIB kedua terdakwa ngopi di teras rumah saksi Sutirah alias Wak Isu. Saat di teras terdakwa Muskazar menanyakan keuangan Jefri. "Tidak berapa lama sekira pukul 00.00 WIB terdakwa keluar untuk membeli rokok dan meninggalkan Muskazar di rumah saksi Sutirah," ujar JPU Christian Sinulingga.

Sambung JPU, sekira pukul  04.00 WIB, terdakwa Jefry pulang ke rumah saksi Sutiah dan mengobrol dengan Muskazar. 

Muskazar kemudian mengajak Jefry mencuri di rumah korban SF (19). Setiba di rumah korban, Muskazar menyuruh terdakwa untuk masuk terlebih dahulu dengan cara memanjat jendela samping rumah yang langsung masuk ke ruang tamu rumah korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved