Tragedi Kanjuruhan Malang

Berita Foto: Doa Bersama dan Aksi 1000 Lilin, Suporter PSMS Medan dan Aremania Ikut Berduka

Ketua Aremania Medan, Ahmad Romika yang turut hadir dalam kegiatan solidaritas itu mengucapkan, terimakasih kepada para suporter PSMS Medan.

Penulis: Muhammad Ardiyansyah | Editor: Abdan Syakuro
Berita Foto: Doa Bersama dan Aksi 1000 Lilin, Suporter PSMS Medan dan Aremania Ikut Berduka - 3102022_AKSI-KEPRIHATINAN_ABDAN-SYAKURO-1.jpg
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Sejumlah suporter menyalakan lilin dalam aksi keprihatinan Tragedi Stadion Kanjuruhan di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (3/10) malam. Aksi gabungan dari sejumlah kelompok suporter lintas klub sepak bola tersebut menuntut pemerintah dan aparat hukum mengusut tuntas secara adil dan menghukum semua yang bertanggung jawab atas kasus kerusuhan usai pertandingan Arema lawan Persebaya pada Sabtu (1/10) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Berita Foto: Doa Bersama dan Aksi 1000 Lilin, Suporter PSMS Medan dan Aremania Ikut Berduka - 3102022_AKSI-KEPRIHATINAN_ABDAN-SYAKURO-4.jpg
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Sejumlah suporter menyalakan lilin dalam aksi keprihatinan Tragedi Stadion Kanjuruhan di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (3/10) malam. Aksi gabungan dari sejumlah kelompok suporter lintas klub sepak bola tersebut menuntut pemerintah dan aparat hukum mengusut tuntas secara adil dan menghukum semua yang bertanggung jawab atas kasus kerusuhan usai pertandingan Arema lawan Persebaya pada Sabtu (1/10) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Berita Foto: Doa Bersama dan Aksi 1000 Lilin, Suporter PSMS Medan dan Aremania Ikut Berduka - 3102022_AKSI-KEPRIHATINAN_ABDAN-SYAKURO-2.jpg
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Seorang perwakilan Aremania memberikan kata sambutan dalam aksi keprihatinan Tragedi Stadion Kanjuruhan di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (3/10) malam. Aksi gabungan dari sejumlah kelompok suporter lintas klub sepak bola tersebut menuntut pemerintah dan aparat hukum mengusut tuntas secara adil dan menghukum semua yang bertanggung jawab atas kasus kerusuhan usai pertandingan Arema lawan Persebaya pada Sabtu (1/10) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Berita Foto: Doa Bersama dan Aksi 1000 Lilin, Suporter PSMS Medan dan Aremania Ikut Berduka - 3102022_AKSI-KEPRIHATINAN_ABDAN-SYAKURO-3.jpg
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Sejumlah suporter membentangkan poster kecaman dalam aksi keprihatinan Tragedi Stadion Kanjuruhan di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (3/10) malam. Aksi gabungan dari sejumlah kelompok suporter lintas klub sepak bola tersebut menuntut pemerintah dan aparat hukum mengusut tuntas secara adil dan menghukum semua yang bertanggung jawab atas kasus kerusuhan usai pertandingan Arema lawan Persebaya pada Sabtu (1/10) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Berita Foto: Doa Bersama dan Aksi 1000 Lilin, Suporter PSMS Medan dan Aremania Ikut Berduka - 3102022_AKSI-KEPRIHATINAN_ABDAN-SYAKURO-5.jpg
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Sejumlah suporter menyalakan lilin dalam aksi keprihatinan Tragedi Stadion Kanjuruhan di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (3/10) malam. Aksi gabungan dari sejumlah kelompok suporter lintas klub sepak bola tersebut menuntut pemerintah dan aparat hukum mengusut tuntas secara adil dan menghukum semua yang bertanggung jawab atas kasus kerusuhan usai pertandingan Arema lawan Persebaya pada Sabtu (1/10) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Berita Foto: Doa Bersama dan Aksi 1000 Lilin, Suporter PSMS Medan dan Aremania Ikut Berduka - 3102022_AKSI-KEPRIHATINAN_ABDAN-SYAKURO-6.jpg
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Sejumlah suporter menyalakan lilin dalam aksi keprihatinan Tragedi Stadion Kanjuruhan di Taman Ahmad Yani Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (3/10) malam. Aksi gabungan dari sejumlah kelompok suporter lintas klub sepak bola tersebut menuntut pemerintah dan aparat hukum mengusut tuntas secara adil dan menghukum semua yang bertanggung jawab atas kasus kerusuhan usai pertandingan Arema lawan Persebaya pada Sabtu (1/10) malam di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai wujud duka dan solidaritas terhadap korban tragedi Kanjuruhan Malang, tiga kelompok suporter PSMS Medan, PSMS Medan Fans Club (PFC), KAMPAK FC, dan SMeCK Hooligan menggelar kegiatan 1000 lilin serta Do'a bersama untuk Aremania. 

Kegiatan yang digelar, Senin (3/10/2022) malam di Taman Ahmad Yani Medan ini turut dihadiri Aremania Medan dan ratusan orang dari tiga kelompok suporter PSMS Medan. 

Ketua Aremania Medan, Ahmad Romika yang turut hadir dalam kegiatan solidaritas itu mengucapkan, terimakasih kepada para suporter PSMS Medan dan lainnya yang juga merasakan duka. 

"Pertama saya turut berduka atas teman-teman Aremania yang gugur. Semoga tenang di tribun barunya. Saya mengucapkan terimakasih kepada para suporter PSMS Medan dan yang lainnya atas kegiatan solidaritas ini," katanya kepada awak media di Taman Ahmad Yani Medan, Senin (3/10/2022) malam. 

Sementara itu koordinator acara, Saiful dari kelompok suporter Kampak FC menyebutkan kegiatan ini merupakan inisiatif dari tiga kelompok suporter PSMS Medan yang turut berduka atas insiden yang menimpa Aremania. 

Dijelaskannya, adapun acara yang dilaksanakan yaitu tabur bunga, mengirimkan doa, menghidupkan lilin, dan nyanyi bersama.

Selain itu, kegiatan juga dirangkai ucapan belasungkawa dari masing-masing perwakilan suporter. 

"Kegiatan ini memang untuk mengingat kejadian tragedi yang sangat tragis di Kanjuruhan Malang. Semoga kejadian itu tidak terulang lagi di manapun. Dari kegiatan ini kita harapkan untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan," ujarnya. 

Disinggung mengenai pelaksanaan Liga 2 yang ditunda sementara, Saiful mengaku sepakat. Menurutnya, persoalan kemanusiaan di atas segalanya.

Hanya saja ia meminta agar dalang kerusuhan itu diutus tuntas. 

Terlebih, akibat peristiwa itu ratusan orang turut menjadi korban. Oleh karenanya, ia berharap kepada pihak terkait segera menuntaskan persoalan itu. 

"Kita mendukung dengan dihentikannya ini. Tapi tetap harus diusut tuntas. Karena bukan main-main, nyawa yang melayang itu bukan satu atau dua orang, tapi ratusan. Kepada pihak pengamanan agar segera dievaluasi. Karena kita lihat video yang betebaran, cara penanganan suporter itu kaya penjajah," ucapnya. 

Amatan Tribun Medan, tampak para suporter menggelar tabur bunga dan menyanyikan lagu-lagu solidaritas. Kegiatan itu juga diiringi penyalaan lilin dan bentangan poster ucapan duka serta kritikan terhadap aparat keamanan. 

(cr12/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved