Racun ke Pernafasan, Inilah Sederet Bahaya Efek Buruk Gas Air Mata, Mengancam Nyawa

Terungkap efek buruk gas air mata. Gas air mata adalah senyawa kimia yang jamak digunakan untuk

Editor: Dedy Kurniawan
Ho/ Tribun-Medan.com
Kasus Tragedi Kanjuruhan Naik jadi Penyidikan 

TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap efek buruk gas air mata.

Gas air mata adalah senyawa kimia yang jamak digunakan untuk mengendalikan kerusuhan.

Efek gas air mata saat seseorang terpapar zat ini bisa berdampak pada mata, kulit, saluran pernapasan, dan organ lain, tergantung paparan zat ini.

Untuk diketahui, gas air mata sebenarnya bukan gas. Dilansir dari Healthline,
senjata ini sebenarnya bubuk bertekanan yang bisa menciptakan kabut seperti gas saat digunakan.

Kasus Tragedi Kanjuruhan Naik jadi Penyidikan
Kasus Tragedi Kanjuruhan Naik jadi Penyidikan (Ho/ Tribun-Medan.com)


Kandungan gas air mata bisa berupa bahan kimia 2-chlorobenzalmalononitrile (gas CS), dibenzoxazepine (gas CR gas), chloroacetophenone (gas CN), atau oleoresin capsicum yang biasanya digunakan dalam semprotan merica.

Baca juga: Efek Jera Buntut Konten Prank KDRT, Baim Wong dan Paula Verhoeven Terancam 1,4 Tahun Penjara

Baca juga: 28 Anggota Polri Diperiksa, Inilah Dugaan Pelanggaran Mereka dalam Tragedi Maut Kanjuruhan

 
Efek gas air mata pada kesehatan

Ada beberapa potensi efek gas air mata pada kesehatan ketika seseorang terpapar zat ini yang perlu diperhatikan, antara lain:

Baca juga: Tak Tega Lihat Korban Berjatuhan, Penjaga Gawang Arema FC Ikut Menggotong Korban

Baca juga: POLRI Naikan Kasus Tragedi Kanjuruhan jadi Penyidikan, Bukti Pelanggaran Pidana, Terancam 5 Tahun

Gangguan pada mata

Sesaat setelah terpapar gas air mata, dampaknya bisa membuat mata berair, gatal, panas seperti terbakar, tidak bisa melihat untuk sementara, pandangan kabur.

Paparan gas air mata dari jarak dekat bisa menyebabkan efek jangka panjang berupa pendarahan mata, kerusakan mata, katarak, erosi kornea, sampai kebutaan.

Gangguan pernapasan

Efek gas air mata juga bisa menimbulkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Saat menghirup kabut gas ini, orang bisa tersedak, hidung dan tenggorokan terasa panas dan gatal, sesak napas, batuk-batuk, mual dan muntah, atau diare.

Baca juga: Ngeri Kesaksian Aremania Lihat Mayat Membiru, Geger Otak : Ini Gas Beracun, Ini Pembantaian


 
Orang dengan riwayat gangguan pernapasan berisiko mengalami gagal napas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved