Breaking News:

News Video

Ratusan Suporter Bola di Sumut Khidmat Kirim Doa dan Salat Gaib Untuk Ratusan Korban Kanjuruhan

Ratusan suporter bola yang ada di SUMUt berdoa bersama untuk mendoakan 131 korban tragedi Kanjuruhan di gelanggang olahraga, Kec. Percut Seitua

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ratusan suporter bola yang ada di Sumatera Utara berdoa bersama untuk mendoakan 131 korban tragedi Kanjuruhan di gelanggang olahraga, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (4/10/2022).

Sebelum berdoa,Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ikut salat gaib untuk para korban.

Suporter yang hadir pun beragam, ada pendukung PSMS Medan, PSDS, Karo United hingga perwakilan Aremania.

Ratusan suporter ini nampak khidmat berdoa yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia perwakilan Sumut, Maratua Simanjuntak.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, didampingi Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin mengaku prihatin dengan insiden kedua terbesar di dunia sepakbola tersebut.

Dia berharap seluruh korban baik dari suporter dan aparat mendapat ampunan tuhan.

“Kita prihatin dengan kejadian ini dan kita mengucapkan bela sungkawa kepada saudara-saudara kita yang saat ini mengalami musibah dan semoga tuhan mengampuni segala dosa-dosanya semua yang saat ini menjadi korban ataupun petugas yang lain,”kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Senin (4/10/2022).

Mantan Pangkostrad ini pun mengatakan insiden itu menjadi bahan evaluasi bagi suporter, aparat serta penyelenggara .

Dia berharap supaya sepakbola di Indonesia segera pulih

“semua sedang di evaluasi mudah-mudahan segera selesai dan persepakbolaan Indonesia akan berjalan kembali.”

Diketahui, sebanyak 131 orang meninggal dunia dalam insiden Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Hampir seluruh korban ialah suporter.

Mantan ketua PSSI ini pun menyinggung kalau sepakbola memang tak terlepas dari lapangan, pemain dan suporter. Ketiganya pun disebut saling beriringan.

Jika ketiganya tak berjalan maka tak sempurna permainan bola tersebut.

Meski demikian ia mengingatkan ketiganya kompak menjaga ketertiban guna menjaga hiburan rakyat tersebut.

“Bola harus tetap selalu berkembang tetapi harus kita atur profesionalisme bola ini sehingga menjadikan hiburan yang enak ditonton, enak dijadikan bahwa kita ini adalah orang yang disiplin,”ucapnya.

(Cr26/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved