Breaking News:

Berita Medan

Hakim Bebaskan Terdakwa Otak Pembunuhan Anaknya, Ibu Korban Mengaku Kecewa dan Bakal Lakukan Ini

Orangtua almarhum Fitriani tidak terima Muskajar, terdakwa perkara pembunuhan dan pemerkosaan dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan.

Tribun Medan/Aprianto Tambunan
Isnaini, ibu dari almarhum Fitriani mengaku kecewa terhadap keputusan hakim yang membebaskan Muskajar, otak pembunuhan terhadap anaknya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Orangtua almarhum Fitriani tidak terima Muskajar, terdakwa perkara pembunuhan dan rudapaksa dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan.

Padahal Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan sebelumnya menuntut Muskajar dengan hukuman 20 tahun penjara.

Ibu almarhum Fitriani, Isnani mengatakan sangat kecewa atas putusan hakim yang membebaskan terdakwa dari hukuman.

Baca juga: Jalani 9 Bulan Penjara, Muskajar Akhirnya Dibebaskan Setelah Tak Terbukti Bersalah Kasus Pembunuhan

Padahal, menurut Isnaini, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muskajar dinyatakan otak atau dalang pembunuhan terhadap almarhum Fitriani.

"Sangat kecewa atas keputusan hakim, karena pada putusan di BAP waktu pengadilan, Muskajar lah otak pembunuhan anak saya," ucap Isnaini Rabu (5/10/2022). 

Isnaini menilai Muskajar seharusnya dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sebab, korban merenggang nyawa dengan tidak wajar.

Kini, setelah Muskajar dibebaskan oleh pengadilan, Isnaini pun telah kembali membuat laporan ke Polres Pelabuhan Belawan dan akan melakukan banding ke Mahkamah Agung demi menuntut keadilan.

"Aku baru puas kalau mereka dihukum mati atau penjara seumur hidup, sebanding apa yang dialami anak saya, dan aku semalam sudah melaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan dan akan banding di Mahkamah Agung," pungkasnya. 

Baca juga: JALANI 9 Bulan Penjara, Muskajar Dibebaskan Setelah tak Terbukti Bersalah, Ini Kata Kades

Harapan Isnaini, polisi segera menangkap kembali Muskajar, yang ia sebut sebagai otak pembunuhan anaknya. Setelah itu Muskajar bisa dijerat dengan hukuman seberat mungkin.

"Dia ditangkap kembali dan dihukum seberat mungkin, karena otak pelaku pembunuhan jangan sampai bebas, nanti merajalela, " tegasnya. 

(cr29/tribun-medan.com)

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved