Sosok
SOSOK Edward Hutabarat, Pria Berdarah Batak yang Jadi Desainer Batik Ternama Indonesia
Produk rancangannya yang telah tersebar di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Jepang tersebut terdiri dari busana batik ready to wear.
Penulis: Rizky Aisyah |
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Edward Hutabarat yang akrab dipanggil Edo, adalah seorang desainer batik Indonesia yang menjadikan kain batik sebagai fokus utama setiap karyanya.
Edward Hutabarat, pria kelahiran tarutung 31 Agustus 1958 ini telah berkarya lebih dari 40 tahun lamanya, selama 20 tahun lebih dirinya berkeliling Indonesia untuk berpetualang.
Selain sebagai desainer, Edward Hutabarat juga dikenal sebagai kurator seni dan budaya.
Produk rancangannya yang telah tersebar di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Jepang tersebut terdiri dari busana batik ready to wear untuk wanita dan pria.
Tak lupa, Edward juga bekerjasama dengan pengrajin batik, tas rotan, serta aksesori perak dari kota-kota di Indonesia, seperti batik di Cirebon dan Laweyan (Solo), tas rotan dari Kalimantan dan Bali, serta aksesori perak di Kotagede (Yogyakarta), Sanur (Bali), hingga Sumba di NTT.
Karya mereka dibuktikan Edo dapat sesuai dengan gaya hidup saat ini asal dipadu dengan desain yang baik.
Edo telah menghasilkan rancangan karya-karya yang tetap mengusung budaya tradisional bangsa namun disesuaikan dengan gaya hidup masa kini.
Pada awalnya, sebelum menjadi perancang busana, Edward lebih dulu mengambil pendidikan di bidang hukum.
Namun, meski sudah menjalankan masa kuliah selama 4 tahun lamanya, keinginan Edward untuk bergelut di dunia model tidak dapat dibendung.
Baginya, Ia ingin bebas dengan dapat menentukan jalan hidupnya sendiri dan menyalurkan kecintaannya terhadap lifestyle sekaligus mengartikan fashion sebagai gaya hidup.
Pilihannya untuk bergelut di bidang fashion mengantarkannya menjadi salah satu desainer batik terbaik di Tanah Air.
Bagi Edward, ketika dirinya menyukai sesuatu, ia tidak ingin mengambil jalan instan, melainkan terus menikmati setiap proses yang perlu dilakukan.
Edward pernah menggelar fashion show bertajuk ‘Kenduri’ di rumah yang terbuat dari 1.500 bambu, di atrium Senayan City sebagai bagian dari rangkaian acara Senayan City Glorify Indonesia.
Edward juga menggelar fashion show koleksi cruise 2023, yang diselenggarakan di Sarinah. Tak lupa Edward menggunakan wastra batik untuk menciptakan sebanyak 50 koleksi perempuan dan laki-laki.
Dengan pengalaman dan kerja kerasnya, Edward Hutabarat berhasil mendapatkan penghargaan atas dedikasinya melestarikan warisan budaya Indonesia. Penghargaan itu diberikan oleh The Apurva Kempinski Bali bersama Happy Salma selaku penasehat seni The Apurva Kempinski Bali yang juga pemilik produk perhiasan Tulola.
Selain itu Edward juga mendapatkan penghargaan Anugerah Bintang Luminar 2012 sebagai perancang busana terbaik.
(cr30/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Edward-Hutabarat-Pria-Berdarah-Batak-yang-Jadi-Desainer-Batik-Ternama-Indonesia.jpg)