Breaking News:

News Video

Direktur Keselamatan Prekretaapian Menutup Perlintasan Sebidang Diatas Rel Kreta Api Pekan Labuhan

Penutupan Perlintasan dan Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian di Pekanlabuhan, Kecamatan Medan Labuhan

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penutupan Perlintasan dan Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian di Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (5/10/2022).

Dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjenka) Kementerian Perhubungan yang diwakili Direktorat Keselamatan Perkeretaapian melakukan penutupan perlintasan sebidang dan sosialisasi keselamatan perkeretaapian di perlintasan tidak resmi Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Edi Nur Salam mengatakan, Perlintasan sebidang adalah perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan. Sesuai amanat Peraturan Menteri Perhubungan No. 94 tahun 2018 pasal 2 yang mengatur pengelolaan perlintasan sebidang.

Bahwa perlintasan sebidang yang tidak memiliki nomor JPL (Jalur Perlintasan Langsung), tidak dijaga dan atau tidak berpintu yang lebarnya kurang dari 2 meter harus ditutup atau dilakukan normalisasi jalur kereta api oleh penyelenggara prasarana perkeretaapian.

"Perpotongan jalur kereta api dengan jalan yang lebarnya kurang dari dua meter harus ditutup dan dinormalisasi," Ucap Edi, Rabu (5/10/2022).

Melihat Titik lokasi perlintasan di Jalan Kampung Nelayan yang lebar jalannya kurang dari dua meter dan kondisi jalannya melintang,sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Maka dilakukan penutupan di perlintasan tersebut dengan pengalihan arus lalu lintas ke perlintasan lain yang sudah ada.

"Banyaknya perlintasan sebidang melintang diatas rel kreta api di kampung nelayan Pekan Labuhan, dapat menyebabkan tingginya resiko kecelakaan," Ucapnya.

Edi menyebutkan,Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapin Wilayah Sumatera Bagian Utara merencanakan pembangunan 5 pos jaga perlintasan dan 5 palang pintu di wilayah Sumatera Utara.

Hal ini juga untuk mendukung Proyek Strategis Nasional tahun 2020 –2024 dimana rencana pengembangan jaringan dan layanan kereta api regional jalur Sumatera Utara akan dilakukan. pembangunan jalur dan mengaktifkan akses ke bandara, pelabuhan dan kawasan industri, salah satunya adalah akses transportasi yang terintegrasi ke Pelabuhan Belawan.

"Akan ada 5 pos dan 5 palang pintu yang akan di bangun di wilayah Sumatra Utara. Ini untuk mendukung proyek strategis nasional dalam pengembangan jaringan dan layanan kreta api regional jalur Sumatra Utara," Kata Edi.

Dengan adanya penutupan perlintasan sebidang ini diharapkan dapat menekan angka kecelakan kereta api dengan meminimalisir tingkat risiko kecelakaan,karena menurunnya jumlah perlintasan sebidang.

"Penutupan perlintasan sebidang ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan kreta api, " Tegas Edi.

(cr29/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved