News Video

Ditahan Dengan Tuduhan Gelapkan HP Sang Kekasih, Sang Ibu Minta Perlindungan Hukum

Dilaporkan dengan dugaan penggelapan handphone kekasihnya, Cecar Junio Alias Can kini ditahan di Polsek Medan Sunggal.

Penulis: Edward Gilbert Munthe | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dilaporkan dengan dugaan penggelapan handphone kekasihnya, Cecar Junio Alias Can kini ditahan di Polsek Medan Sunggal.

Sang Ibu Sawinah Nasution didampingi Jefry selaku abang sepupu dan adik kandungnya M Rizki meminta perlindungan hukum ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Joko Widodo akrab disapa Jokowi terkait kasus yang menimpa anaknya yang disangkakan Polsek Medan Sunggal dengan pasal penggelapan atau penipuan, dinilai terkesan dipaksakan dan mengada-ngada.

"Saya meminta kepada bapak Kapolri, bapak Kapolda Sumut dan jajarannya serta pak Jokowi agar memberikan perlindungan hukum terhadap kami, khususnya Cecar anak saya yang dituduh melakukan penggelapan dan penipuan berupa handphone (hp) milik pacarnya sendiri," kata ibu Cecar kepada awak media, Rabu (5/10/2022) malam.

Menurut perempuan yang mengenakan hijab biru tersebut, anaknya tidak pernah melakukan penggelapan handphone seperti apa yang dilaporkan oleh Fathia Qadreza (pelapor) ke Polsek Medan Sunggal dan mengakibatkan anaknya ditahan.

Ketika dikonfirmasi, Sarwinah menceritakan kronologi tersebut. Dia menceritakan peristiwa itu bermula pada pertengahan bulan September 2022, anaknya yakni Cecar ketika itu terlibat cekcok dengan pacarnya Fathia.

Tak diketahui persis bagaimana kronologinya, saat cekcok tersebut handphone milik Fathia terlempar. Lalu Cecar langsung meninggalkan kekasihnya di lokasi tersebut untuk menghindari cekcok yang berkepanjangan.

"Namun, sesampainya di rumah anak saya masih kepikiran karena meninggalkan pacarnya, lalu anak saya mengajak adiknya untuk menemani ke lokasi kejadian cekcok tersebut. Pada saat tiba di lokasi si Fathia tidak berada di lokasi, sementara anak saya melihat handphone milik Fathia yang sebelumnya terlempar di rumput, lalu anak saya mengambil handphone tersebut untuk di simpan," sebut wanita berusia 59 tahun itu.

Tepat keesokan harinya, belum sempat mengembalikkan hp tersebut, Cecar mendapat pekerjaan di Tebing Tinggi selama 2 minggu.

"Nah, ketika anak saya pulang ke Medan, dia (Cecar) langsung menghubungi pacarnya untuk memulangkan handphone tersebut. Kemudian si pacarnya meminta agar bertemu di depan Hotel Saka," ujarnya.

Lantas, anaknya langsung menuju lokasi mengendarai sepeda motor milik adiknya dengan membawa handphone tersebut yang diletakkan di dashboard sepeda motor.

"Setelah sampai di lokasi, anak saya bertemu dengan pacarnya. Namun belum sempat memberi handphone, anak saya langsung disergap beberapa orang yang mengaku polisi dari Polsek Sunggal dan membawa anak saya beserta sepeda motor yang dikendarainya," katanya.

Anehnya, handphone yang sebelumnya diletakkan anaknya di dashboard sepeda motor tersebut sudah tidak ada lagi.

"Anak saya tidak ada niat untuk mengambil handphone seharga Rp1,3 juta itu, apalagi itu milik pacarnya yang sudah berpacaran selama 2 tahun. Kenapa anak saya dituduhkan melakukan penggelapan atau penipuan," ucapnya.

Sementara itu, Ditambahkan Jefry yang merupakan abang sepupu Cecar juga mempertanyakan prosedur terkait penangkapan yang dilakukan oleh Polsek Medan Sunggal terhadap adiknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved