Tragedi Kanjuruhan

INILAH Peran 3 Perwira Polisi yang Menjadi Tersangka Dalam Kasus Tragedi Kanjuruhan

Kabag Ops Polres Malang  Kompol Wahyu Setyo Pranoto (Kompol Wahyu S) menjadi tersangka karena mengabaikan aturan FIFA tentang larangan penggunaan gas

Editor: Abdi Tumanggor
tribratanews
AKBP Ferli didampingi Kabag Ops Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Reskrim AKP Donny Kristian Baralangi, Kasat Lantas AKP Agnis Juwita Manurung, Kasat Resnarkoba AKP Harjanto Mukti Eko Utomo, dan Kasat Intelkam IPTU Bambang Sulistyono, serta pihak Panpel Arema FC. 

TRIBUN-MEDAN.COM - INILAH Peran 3 Perwira Polisi yang Menjadi Tersangka Dalam Tragedi Kanjuruhan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjelaskan, enam tersangka dalam tragedi Stadion Kanjuruhan memiliki andil terhadap tewasnya 131 orang pada laga Arema FC dan Persebaya yang berlangsung Sabtu (1/10/2022) malam.

Berikut peran mereka:

1. Direktur PT. LIB berinisial Ir AHL

Kapolri mengatakan Direktur PT. LIB selaku penyelenggara ternyata tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan. Padahal hal tersebut seharusnya dilakukan.

"Verifikasi terakhir tahun 2020 ada beberapa hal yang perlu dipenuhi terkait keselamatan penonton. Tahun 2022 tidak ada verifikasi dan memakai tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap hasil verifikasi itu," Kata Kapolri di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022).

2 Ketua Panitia Pelaksana berinisial AH

Kapolri mengatakan, AH tidak membuat peraturan keselamatan dan keamanan. Padahal dia yang memegang tanggung jawab terhadap pertandingan dan penonton.

"Kemudian mengabaikan keamanan yang seharusnya (kapasitas) 38.000 penonton dijual (tiket) 42.000," kata dia.

3. Security officer berinisial SS

Menurut Kapolri, steward seharusnya berada di lokasi tugas selama penonton masih berada di lokasi stadion. Namun SS diduga memerintahkan steward meninggalkan lokasi sehingga penonton dalam jumlah banyak kesulitan untuk keluar dari pintu stadion.

"Dari situlah banyak muncul korban," kata Sigit

4. Kabagops Polres Malang berinisial Wahyu SS

5. Brimob Polda Jatim berinisial H, dan

6. Kasat Sammapta Polres Malang berinisial BSA

Kapolri mengatakan ketiganya memberi perintah kepada anggota untuk menembakkan gas air mata ketika terjadi kerusuhan.

Ada 11 personel yang melakukan penembakan gas air mata, 7 kali ke tribune selatan, 1 tembakan ke tribune utara dan 3 tembakan ke lapangan.

"Penonton panik, merasa pedih hingga meninggalkan arena," kata dia.

Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto (Kompol Wahyu S) menjadi tersangka karena mengabaikan aturan FIFA tentang larangan penggunaan gas air mata.

Padahal Wahyu S mengetahui aturan tersebut. Namun ia tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved