Breaking News:

Berita Sumut

Kasus Penganiayaan ASN di Dairi Berakhir Damai, Sekda Budianta Pinem Jadi Saksi

Kasus saling lapor antara seorang ASN, Renni Pardede dengan seorang wanita, Samsiah Solin di Polres Dairi kini berakhir damai.

Tribun Medan/Alvi Syahrin Najib Suwitra
Kedua belah pihak, Renni br Pardede dengan Samsiah Solin sepakat berdamai dan berpelukan di Mapolres Dairi, Selasa (11/10/2022)  

TRIBUN-MEDAN.com, DAIRI - Kasus saling lapor antara seorang ASN, Renni Pardede dengan seorang wanita, Samsiah Solin di Polres Dairi kini berakhir damai.

Berlangsung di markas Polres Dairi dan disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi Budianta Pinem dilakukan perdamaian atau restorative justice terhadap kedua belah.

Dalam kasus yang bermula pada tanggal 3 Mei 2022 lalu, Renni Pardede ditetapkan sebagai tersangka di Sat Lantas Polres Dairi usai tak sengaja menabrak menabrak di jalan lintas. Sementara Samsiah Solin oleh di Sat Reskrim Polres Dairi ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penganiayaan.

Baca juga: Tak Sengaja Menabrak Mobil, Pegawai ASN Dairi Dikeroyok Hingga Dilaporkan ke POLISI

"Jadi tadi di lakukan pertemuan antara Renni br Pardede dengan Samsiah Solin yang ditemani sang suami, Hasiolan Sianturi (Acun), dan di sepakati perdamaian," ujar kuasa hukum Renni br Pardede, Renius Juni Anto Simamora, Selasa (11/10/2022).

Kata Renius, dengan perjanjian perdamaian tersebut, disepakati juga bahwa kedua belah pihak akan saling mencabut laporannya satu sama lain.

"Jadi tadi saya langsung berkoordinasi dengan pihak Sat Lantas dan Sat Reskrim untuk teknis pelaksanaan hari ini. Jadi tadi langsung dilaksanakan administrasi pencabutan perkaranya," terangnya.

Selain itu, Renius juga melakukan pencabutan permohonan pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Sidikalang,  yang ia ajukan sebelumnya.
.
"Dengan dasar kesepakatan perdamaian tadi, saya sudah melakukan pencabutan permohonan pra peradilan di Pengadilan Negeri Sidikalang," ungkapnya.

Menurutnya, alasan kliennya ingin melakukan perdamaian, karena ingin menyudahi permasalahan tersebut, lantaran tentu bakal menyita waktu dan tenaga.

"Menurut klien saya, kejadian ini tentu menguras banyak tenaga dan waktunya. Apalagi dalam hal bekerja. Tentu dirinya menyampaikan kepada saya, ingin berdamai saja dan menyudahi permasalahan ini, " Bebernya.

Terkait kompensasi yang diterimanya atas kejadian tersebut, Renius menegaskan bahwa hal tersebut diluar tanggung jawabnya, dan sepenuhnya merupakan hak dari kliennya yakni Renni br Pardede.

Baca juga: ASN yang Dipolisikan karena Tabrak Mobil Ternyata Istri Alm Anggota Kopassus, Minta Tolong Panglima

"Terkait kompensasi atau ganti rugi yang diterima, itu sudah bukan domain saya lagi. Itu kesepakatan antara kedua belah pihak, antara klien saya dan pihak dari Samsiah Solin," ujarnya.

Dirinya hanya berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

"Saya berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. Kalau bisa jangan main hakim sendiri, karena negara kita ini adalah negara hukum. Lebih baik, serahkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian," pungkasnya

(cr7/tribun-medan.com)  

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved