Breaking News:

Arema vs Persebaya

MAHFUD MD Akui Penyelenggaraan Sepak Bola Tanah Air Kacau: Nyawa Manusia Dibuat Pertaruhan!

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan panitia penyelenggara sepak bola kacau.

HO
Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan panitia penyelenggara sepak bola kacau. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan panitia penyelenggara sepak bola kacau. 

Sebab pada peristiwa tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang semua pihak saling lempar tanggung jawab. 

Mahfud MD yang juga merupakan Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengatakan terjadi lempar tanggung jawab dari sejumlah pihak dalam tragedi Kanjuruhan Malang.

Lempar tanggungjawab terjadi antara PSSI, PT LIB, panitia pelaksana (Panpel), broadcaster, hingga pihak keamanan yang berlindung di bawah aturan masing-masing.

Aksi lempar tanggungjawab tersebut membuktikan bahwa penyelengaraan Liga Sepakbola Nasional agak kacau.

“Tapi bahwa terjadi saling menghindar dari tanggungjawab operasional lapangan antara pihak federasi, pengelola liga, panitia pelaksana, pihak keamanan, hingga penyelenggara siaran, menjadi bukti bahwa penyelengaraan Liga Sepakbola Nasional agak kacau,” kata Mahfud dalam akun instagramnya @mohmahfudmd, Rabu (12/10/2022).

Baca juga: Dorongan Walikota Bobby Nasution Picu Kreativitas Kecamatan dan Kelurahan Tangani Stunting

Baca juga: Peringati Hari Lahir KOMPAK, Plt Bupati Langkat Syah Afandin Ikut Bagikan Sembako ke Masyarakat

Aksi lempar tanggungjawab tersebut, kata Mahfud, sangat membahayakan bagi sepakbola Indonesia karena yang menjadi taruhan adalah nyawa manusia.

“Membahayakan bagi dunia persepakbolaan kita. Nyawa manusia dibuat pertaruhan karena tak ada jaminan keselamatan yang maksimum,” katanya.

Hal itulah, kata Mahfud, yang menjadi salah satu perhatian TGIPF untuk mencari akar masalah tragedi Kanjuruhan.

TGIPF akan menyusun rekomendasi berdasarkan hasil investigasi di lapangan.

“Kita juga sudah mendiskusikan dan melakukan crosscheck temuan dengan Komnas HAM. Ada kemungkinan Komnas HAM merekomendasikan sesuatu yang khas sesuai dengan kewenangannya. Apa itu? Nanti saja, biar Komnas HAM yang mengumumkan,” pungkasnya.

Korban hidup tragedi Kanjuruhan masih merasakan trauma dan sakit yang belum sembuh.  
Korban hidup tragedi Kanjuruhan masih merasakan trauma dan sakit yang belum sembuh.   (HO)

Akan dilaporkan ke Presiden

Sebelumnya TGIPF hampir merampungkan hasil investigasi tragedi Kanjuruhan Malang. Mahfud MD mengatakan pihaknya akan melaporkan hasil investigasi tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (14/10/2022) lusa.

“Kami dari TGIPF siap menyampaikan laporan pada hari Jumat besok lusa. Sekarang semua bahan sudah dimiliki oleh TGIPF dan tinggal di apa namanya, distruktur sistematika dan mempertajam rekomendasinya,” kata Mahfud di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (12/10/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved