Berita Persidangan

Nekat jadi Kurir Sabu, Ardi Terancam 20 Tahun Penjara, Terungkap setelah Polisi Menyaru Pembeli

Petaka nekat jadi kurir sabusabu, kini Ardi yang merupakan warga Medan terancam hukuman 20 tahun penjara. Jalani sidang perdana di PN Medan

TRIBUN MEDAN/EDWARD GILBERT MUNTHE
Jaksa Penutut Umum (JPU) Sri Yanti Lestari Panjaitan saat membacakan dakwaan kepada terdakwa Suhardi alias Ardi dalam perkara narkotika jenis sabu di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (12/10/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Terdakwa Suhardi alias Ardi (32) warga Jalan Karya Damai Gang Ayem No 33, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Terdakwa menjalani persidangan pertama seusai diamankan pihak kepolisian karena nekat menjadi kurir sabu.

Dalam persidangan, Jaksa Penutut Umum (JPU) Sri Yanti Lestari Panjaitan dalam dakwaannya menuturkan bahwa pada Sabtu 30 Juli 2022 sekira pukul 20.00 WIB, dimana sebelumnya saksi Sorimuda Siregar, saksi Zepri Nadapdap dan saksi Haryono Suprapto (masing-masing anggota Polrestabes Medan) mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya yang memperjualbelikan Narkotika dengan sebutan sabu yaitu Ukem (dalam penyelidikan).

Baca juga: Motor Scoopy Digondol Maling setelah Pengendara Lupa Cabut Kunci, Pelaku Terekam CCTV

"Kemudian para saksi melakukan penyelidikan dan mengetahui nomor Handphone Ukem tersebut. Lanjutnya, para saksi menghubungi Ukem dan menyaru sebagai pembeli lalu memesan sabu seberat 75 gram," kata Jaksa.

Usai sepakat dengan Ukem, para saksi menunggu di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat kedatangan Ukem untuk mengantarkan sabu tersebut.

Sekitar pukul 20.00 WIB, terdakwa Suhardi alias Ardi mendatangi para saksi dan mengatakan untuk mengantar sabu atas suruhan Ukem.

Lalu para saksi langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan menyita barang bukti berupa dua bungkus plastik besar narkotika dengan sebutan sabu yang setelah dilakukan penimbangan dengan berat bersih 75 gram, satu unit Sepeda Motor Yamaha Mio BK 6888 UC warna hitam dan satu unit Handphone Nokia warna hitam.

Baca juga: Dulu Berseteru, Begini Hubungan Terkini Luna Maya dan Ayu Ting Ting, Para Lelaki Tampan Ini Sebabnya

"Setelah diinterogasi, terdakwa mengatakan bahwa di rumah juga masih ada sabu yang lain. Atas keterangan tersebut, para saksi melakukan penggeledahan di rumahnya yang berada di Jalan Karya Damai Gang Ayem No 33, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan dan ditemukan barang bukti berupa 6 bungkus plastik klip narkotika dengan berat bersih 25 gram, satu buah timbangan digital, dan satu bungkus plastik klip kosong," sebutnya.

Selanjutnya, terdakwa beserta barang bukti diboyong ke Polrestabes Medan untuk diproses lebih lanjut.

Bahwa Berdasarkan Berita Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik No. LAB : 4493/NNF/2022 tanggal 18 Agustus 2022 yang ditandatangani oleh Debora M. Hutagaol,S.Si, M.Farm., Apt dan Muhammad Hafiz Ansari, S. Farm., Apt pada Puslabfor Bareskrim Polri Cabang Medan mengambil kesimpulan bahwa barang bukti satu bungkus plastik klip berisi kristal putih dengan berat netto 10 gram milik terdakwa Suhardi als Ardi adalah benar mengandung Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I (satu) nomor urut 61 Lampiran I Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Perbuatan ia terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," kata Sri Yanti Lestari Panjaitan.

(cr28/tribun-medan.com)

 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved