Polda Sumut

3 Oknum Polisi Terlibat Perampokan di Medan Dipecat

3 Oknum Polisi Terlibat Percobaan Pencurian di Medan Dipecat Secara PTDH.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
3 Oknum anggota Polri yang melakukan percobaan pencurian disidang secara etik oleh Bid Provam Polda Sumut di Mapolda Sumut pada Selasa (11/10/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -Usai menjalani sidang etik oleh Provam Polda Sumut, pada Selasa (11/11/2022), 3 Oknum anggota Polri yang terlibat melakukan percobaan pencurian dipecat.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi di Hubungi Tribun Medan, Rabu (12/11/2022) menuturkan ketiganya dipecat dengan Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

"Setelah menjalani sidang, ketiganya dipecat dengan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH),"ujar Kombes Hadi.

Sidang kepada 3 oknum tersebut dilakukan oleh Provam Polda Sumut di Mapolda Sumut pada Selasa (11/10/2022).

Ketiga oknum Polisi tersebut, yakni Bripka Aeih Galih Gumilang, Brigadir Satsamapta
Kesatuan Polrestabes Medan, Bripka Firman Bram C Sidabutar, Brigadir Satsamapta.
Kesatuan Polrestabes Medan, dan Briptu Harus Kurnia Putra, Brigadir Satsamapta.
Kesatuan Polrestabes Medan .

Kombes Hadi menuturkan, herdasarkan laporan yang diterima Polisi, ketiga oknum tersebut diduga melakukan tindak pidana percobaan Pemerasan dan percobaan Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 368 ayat (1) Jo Pasal 53 KUHPidana atau Pasal 363 ayat (1) ke 4 e Jo Pasal 53 KUHPidana.

Korban merupakan ULI Arti Boru Tarigan dan Fasha Ferdilan Sembiring sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/3125/X/2022/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut tanggal 6 Oktober 2022 lalu.

Kombes Hadi juga menjelaskan, sesuai tes urin yang dilakukan di Polretabes Medan pada Jumat tanggal 7 Oktober 2022 ditemukan bahwa Nrika Arih dan Briptu Kurnia ditemukan dengan hasil Positif Methamphetamin. Begitu juga dengan Bripka Firman, ditemukan positif Amphetamin.

Atas sidang tersebut, ketiganya dikenakan Pasal 8 huruf c dan Pasal 13 huruf e dari Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Profesi Polri Yo Pasal 13 ayat 1 dari Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berbunyi “Setiap pejabat Polri dalam Etika Kepribadian wajib menaati dan menghormati norma hukum" Yo "Setiap pejabat Polri dalam etika kepribadian anggota Polri Wajib menjaga dan meningkatkan citra, soliditas, kredibilitas, reputasi, dan kehormatan Polri" Yo "setiap anggota polri wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai - nilai kearifan lokal, dan norma hukum".


Dalam sidang itu, para pelaku dituntut atau dinyatakan melakukan perbuatan tercela, dan dikenakan anksi yang bersifat Administratif berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai anggota Polri

Sidang dipimpin AKBP Dadi Purba SH MH selalu Kasubbid Wabprof Bidpropam Polda Sumut selaku Ketua Komisi, dan didampingi AKBP Ynata Ufik SH SST MK selaku Advokat Madya 2 Bidkum Polda Sumut dan Wakil Ketua Komisi, Kompol Asmara Jaya SH MH, Kasubbagyanduan Bidpropam Polda Sumut

Sesuai Putan Sidang, kata Kombes Hadi mengacu ptusan Nomor : PUT KKEP/61/X/2022/KKEP tanggal 11 Oktober 2022 dengan putusan terhadap terduga pelanggar berupa :

Dalam sidang itu, tidak ada fakta meringankan, sedangkan Fakta yang memberatkan menurut Kombes Hadi perbuatan para terduga pelanggar telah merusak citra Polri di masyarakat.

Diketahui, para terduga pelanggar telah berulang kali melakukan pelanggaran antara lain, Para Terduga Pelanggar menyatakan banding atas PUT KKEP/61/X/2022/KKEP tanggal 11 Oktober 2022.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved