Pakpak Bharat

Ketua TP PKK Pakpak Bharat: Penurunan Prevalensi Stunting Masih Tantangan Serius

Hal ini dia sampaikan saat memaparkan kondisi serta komitmen penurunan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat.

Editor: Abdi Tumanggor
Diskominfo Pakpak Bharat
Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor memaparkan kondisi serta komitmen penurunan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat pada acara Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumut di Hotel Aryaduta, Medan, Kamis (13/10/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Ketua TP PKK Pakpak Bharat, Ny.Juniatry Franc Tumanggor mengatakan bahwa hingga saat ini masalah stunting masih menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah.

Tantangan terberatnya adalah target penurunan prevalensi stunting di tahun 2024 yakni menjadi 14 persen dari angka saat ini yang berada pada angka 24,4 persen.

Ketua TP PKK Pakpak Bharat sampaikan penurunan stunting
Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor memaparkan kondisi serta komitmen penurunan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat pada acara Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumut di Hotel Aryaduta, Medan, Kamis (13/10/2022).

Hal ini dia sampaikan saat memaparkan kondisi serta komitmen penurunan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat pada acara Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumut di Hotel Aryaduta, Medan, Kamis (13/10/2022).

Selama periode dua tahun terakhir, prevalensi stunting di tingkat Nasional memang mengalami penurunan sebesar 3,27 persen yaitu dari 27,67 persen pada tahun 2019 menjadi 24,4 persen di tahun 2021, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Rapat terpadu penurunan stunting di Sumut
Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor (tengah baju putih) memaparkan kondisi serta komitmen penurunan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat pada acara Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumut di Hotel Aryaduta, Medan, Kamis (13/10/2022).

"Meskipun terjadi penurunan, namun stunting masih menjadi tantangan pemerintah, karena target penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen di tahun 2024. Jadi, tantangannya di sini," ujar Ny. Juniatry Franc Tumanggor di hadapan Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden yang hadir dalam acara ini.

Juniatry juga memaparkan komitmen aksi nyata pemantauan dan evaluasi percepatan penurunan stunting di Pakpak Bharat.

"Bahwa Dana Insentif Daerah (DID) yang tahun ini diterima oleh Kabupaten Pakpak Bharat antara lain akan dipergunakan untuk membantu upaya penurunan stunting ini,"pungkasnya.

Rapat koordinasi penurunan stunting di Sumut
Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor (tengah baju putih) memaparkan kondisi serta komitmen penurunan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat pada acara Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Sumut di Hotel Aryaduta, Medan, Kamis (13/10/2022).

"Inilah komitmen Bupati dan kita bersama untuk terus membantu upaya percepatan penurunan stunting ini, di antaranya dengan mengalokasikan dana insentif daerah (DID) tahun 2022 ini,"jelasnya kemudian.

"Di samping ini juga bahwa saat ini Pakpak Bharat salah satu Kabupaten yang mendapat pendampingan dari 6 Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara,"bebernya.

Prevalensi stunting dikabupaten Pakpak Bharat menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 adalah sebesar 40,80 persen, sementara berdasarkan elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) Tahun 2021 adalah sebesar 21,28 persen.

Hal ini menjadi perhatian serius mengingat target Nasional 14 persen di tahun 2024 mendatang.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah guna menekan terus angka pravelensi stunting ini di antaranya dengan menetapkan Pakpak Bharat sebagai salah satu lokus stunting, menyusun rencana kerja percepatan stunting Kabupaten berdasarkan identifikasi masalah yang dihadapi.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved