Buta Setelah Divaksin

Warga Buta Setelah Vaksin Booster, Pejabat Dinkes Asahan: Tanya Atasan Saya

Seorang warga bernama Buyung Lubis buta setelah vaksin Booster yang diadakan oleh OKP yang ada di Kabupaten Asahan

TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
Adi Lubis, anak dari Buyung Lubis menceritakan kronologis kebutaan yang terjadi terhadap ayahnya, Selasa (11/10/2022) 

TRIBUN-MEDAN.COM,ASAHAN - Seorang warga bernama Buyung Lubis buta setelah vaksin Booster di lokasi vaksinasi yang diadakan OKP di Kabupaten Asahan.

Sayangnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan terkesan lepas tangan atas kejadian warga buta setelah vaksin.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Nurlaila meminta awak media bertanya pada atasannya, terkait kasus warga buta setelah vaksin ini.

"Tanyakan ke atasan saja ya. Saya tidak berwenang menjawab," kata Nurlaila memutus kontak, Kamis (13/10/2022). 

Baca juga: KASIHAN Sekali, Pria Sepuh Buta Setelah Vaksin Booster, Diduga Ditelantarkan Dinkes Asahan

Sementara itu, menurut Adi Lubis, anak dari Buyung Lubis, ayahnya sempat terhuyung usai vaksin di Jalan Listrik, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.

Setelah itu, Buyung sempat tumbang dan dipapah cucunya ke dalam rumah.

Selepas beristirahat, Buyung mengaku sudah tidak bisa melihat lagi.

Ia sempat dibawa ke rumah sakit di Kabupaten Asahan, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Haji Medan.

Baca juga: Janji Tak Membabi Buta Bela Putri, Febri Diansyah Terlanjur Bikin Kecewa Gabung Kubu Ferdy Sambo

"Kami berkeliling mencari tahu vaksinatornya. Sampai kami datangi Dinas Kesehatan untuk mencari tahu. Awalnya kami ke puskesmas Gambir Baru. Di sana, dibilang kalau harus menjaga kode etik. Padahal ini udah memakan korban," kata Adi.

Ia mengatakan, ketika sampai di Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Nurlaila, Kasi Survailens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan langsung menerimanya dan meminta agar korban membuat surat keterangan tidak mampu.

"Setelah kami urus. Kami diarahkan untuk membuat BPJS. Dan di sana kami dibola-bola, dibilang sama petugasnya bukan bapak saya saja yang mau diurus," pengakuannya.

Ia mengaku, Buyung Lubis sempat dibawa ke rumah sakit khusus mata SMEC di Kota Medan.

Baca juga: Seorang Karyawan Toko Membabi Buta Tusuk 5 Teman Kerjanya, Satu Orang Tewas, Polisi Selidiki Motif

Namun, bukan hasil yang didapat, Buyung dibawa kembali ke kediaman di Kisaran tanpa mendapat perawatan.

"Mereka mengaku tidak memiliki uang. Katanya mau di koordinasikan kembali dengan pihak terkait. Namun, saat saya menolak untuk pulang dari SMEC, ayah saya mereka bawa dan mereka terlantarkan saja dirumah selama dua hari tanpa makan," katanya.

Menurutnya, hingga saat ini korban berada di Rumah Sakit Haji Medan.(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved