Sidang Ferdy Sambo

TERJAWAB Ferdy Sambo Ancam Anak Buahnya Hapus Rekaman CCTV di TKP hingga Laptop Harus Dipatahkan

Pada dakwaan yang dibacakan JPU terungkap bahwa rekaman CCTV yang ada di  rumah dinas Ferdy Sambo telah dihapus oleh AKBP Arif Rachman Arifin. 

HO
Pada dakwaan yang dibacakan JPU terungkap bahwa rekaman CCTV yang ada di  rumah dinas Ferdy Sambo telah dihapus oleh AKBP Arif Rachman Arifin.  

TRIBUN-MEDAN.com - Pada dakwaan yang dibacakan JPU terungkap bahwa rekaman CCTV yang ada di  rumah dinas Ferdy Sambo telah dihapus oleh AKBP Arif Rachman Arifin. 

Penghapusan rekaman CCTV di lokasi pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat berdasarkan perintah dari Ferdy Sambo sebagai otak pembunuhan. 

Pada dakwan itu terungkap peran para mantan anak buah Ferdy Sambo di Divpropam Polri. 

Tak hanya itu, AKBP Arif Rachman Arifin turut mematahkan laptop yang digunakan untuk menyimpan file rekaman kamera CC

TV di tempat kejadian perkara, memperlihatkan rekaman sebelum Yosua Nofriansyah Hutabarat (Brigadir J) tewas ditembak oleh Bharada Richard Eliezer atas perintah Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Menurut dakwaan Ferdy Sambo, hal itu bermula saat Arif menemui Sambo untuk menceritakan rekaman kamera CCTV yang dia lihat berbeda dari keterangan.

Yakni tidak terlihat ada tembak menembak antara Yosua dan Eliezer.

Dia lalu melapor kepada Brigjen Hendra Kurniawan (eks Karopaminal Divpropam Polri) dan Ferdy Sambo pada 13 Juli 2022 sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat mendengarkan pernyataan itu, Ferdy Sambo murka lalu memerintahkan supaya Arif menghapus seluruh rekaman kamera CCTV itu.

Arif kemudian pergi dari ruang kerja Sambo 30 menit kemudian dan bertemu dengan Kompol Baiquni Wibowo dan Kompol Chuck Putranto.

"Arif Rachman kemudian menyampaikan permintaan Ferdy Sambo kepada Chuck dan Baiquni 'untuk menghapus file yang ada di laptop dan flashdisk, kalau sampai bocor berarti kita berempat yang bocorin'," kata jaksa saat membacakan dakwaan Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

Saat itu, menurut dakwaan, Baiquni sempat bertanya kepada Arif apakah Sambo benar-benar memerintahkan untuk menghapus rekaman kamera itu.

Karena Arif menyatakan itu adalah perintah Sambo, maka Baiquni menyetujui untuk menghapus file rekaman CCTV itu.

"Baiquni Wibowo menyampaikan 'bang minta waktu untuk backup file pribadi di laptop saya sebelum diformat'," kata jaksa saat membacakan dakwaan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved