TRIBUNWIKI

SOSOK Abdullah Puteh, Politikus Asal Aceh yang Terlibat Kasus Hukum Saat Memegang Beberapa Jabatan

Sebelum menjabat sebagai anggota DPR, Abdullah Puteh menjabat sebagai Gubernur Provinsi Nangroe Aceh Darussalam periode 2000 hingga 2005.

Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Ayu Prasandi
HO
Abdullah Puteh, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Aceh 

TRIBUN-MEDAN.COM - Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si atau Abdullah Puteh merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Aceh.

Sebelum menjabat sebagai anggota DPR, Abdullah Puteh menjabat sebagai Gubernur Provinsi Nangroe Aceh Darussalam periode 2000 hingga 2005.

Abdullah Puteh lahir di Meunasah Arun, Aceh Timur pada 4 Juli 1948 silam. Masa kecil Abdullah Puteh dihabiskan di Kecamatan Idi, Aceh. Ia menyelesaikan Sekolah Dasarnya di SR (Sekolah Rakyat) Idi.

Setelah itu ia melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di tempat yang sama yakni SMP Idi.

Baca juga: SOSOK Saurlin Siagian, Pria Berdarah Batak yang Kini Jabat Komisioner Komnas HAM

Setelah lulus SMP, Abdullah Puteh melanjutkan Sekoloah Menengah Atasnya di salah satu SMA di Langsa.

Lulus pada tahun 1967, putra bungsu dari (alm) Tengku Haji Imam Puteh ini merantau ke tanah Jawa. Ia melanjutkan pendidikannya di Akademi Teknik Pekerjaan Umum (ATPUT) Bandung pada tahun 1974.

Sebulan setelah menyandang gelar Sarjana, Abdullah Puteh langsung terpilih sebagai Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Pada tahun 1979, Abdulla Puteh terpilih menjadi anggota DPR-RI mewakili Partai Golongan Karya. Disaat yang bersamaan, beliau juga melanjutkan Pendidikan Magisternya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dan pada Pemilu 1982, Abdulla Puteh kembali terpilih untuk duduk di kursi DPR.

Abdullah Puteh sempat menjadi Wakil Ketua Komisi V dan juga Wakil Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan. Setelah tidak menduduki bangku DPR, Abdullah Puteh melanjutkan karirnya sebagai pengusaha.

Saat menjalani profesi sebagai pengusaha, Abdullah Puteh pernah menjabat sebagai Ketua Umum Apjati (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia).

Pada tahun 2000, Abdullah Puteh bersama Azwar Abubakar maju  ke Pemilihan Umum Gubernur Provinsi Aceh. Mereka kemudian terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur  Aceh dengan perolehan 33 suara dari 54 anggota DPRD Aceh.

Menjabat sebagai Gubernur pada masa itu bukanlah suatu hal yang mudah bagi Abdullah Puteh dimana pada saat itu Aceh tengah dilanda konflik berkepanjangan dengan RI.

Salah satu program beliau sebetulnya adalah mengembalikan kedamaian di bumi serambi Mekkah, namun sebelum rencana tersebut terealisasikan, beliau terjerat kasus hukum yang cukup besar yaitu tindak pidana korupsi.

Abdullah Puteh terjerat kasus korupsi pengadaan 2 buah helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp12,5 miliar dan dijatuhi hukuman selama 10 tahun.

Baca juga: Sosok Irjen Suwondo Nainggolan Seangkatan Sambo, Baru Ditunjuk Jadi Kapolda DIY

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved