Korupsi Dana BOS

Setelah Dibiarkan Berkeliaran, Mantan Kepala SMA Negeri 6 Binjai Akhirnya Dipenjarakan Kejari Binjai

Kejari Binjai akhirnya memenjarakan mantan Kepala SMA Negeri 6 Binjai berinisial IP terkait korupsi dana BOS

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
HO
Kasi Intelijen Kejari Binjai, Adre Wanda Ginting didampingi Kasi Pidsus, Hendar Nasution 

TRIBUN-MEDAN.COM,BINJAI - Setelah lama dibiarkan berkeliaran, tersangka dugaan korupsi dana BOS (bantuan operasional sekolah) yang merupakan mantan Kepala SMA Negeri 6 Binjai, IP akhirnya dipenjarakan Kejari Binjai.

Menurut Kejari Binjai, mantan Kepala SMA Negeri 6 Binjai itu dipenjarakan pada Selasa (25/10/2022) kemarin.

IP dipenjarakan di Lapas Klas IIA Binjai.

Baca juga: Ketahuan Korupsi, Bendahara SMA Negeri 6 Kota Binjai Setor Rp 150 Juta ke Jaksa

"Tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan," kata Kasi Intelijen Kejari Binjai, Adre Wanda Ginting didampingi Kasi Pidsus, Hendar Nasution, Rabu (26/10/2022).

Lanjut Adre, SMAN 6 Negeri Binjai pada periode 2018-2021 menerima Dana BOS senilai Rp 4 miliar lebih.

Dalam realisasinya, penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan anggaran.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan tim, kami menemukan adanya penyimpangan penggunaan dana BOS di sekolah tersebut, dan atas dasar itu, kami menetapkan tersangka dua orang berinisial IP dan E," ujar Adre.

Baca juga: Kejari Binjai Janji Penjarakan Kepala SMA Negeri 6 Kota Binjai yang Dituding Korupsi Dana BOS

Dia melanjutkan, penyimpangan dimaksud adalah dalam realisasi dana BOS yang tidak dapat dipertanggungjawaban anggarannya atau diduga fiktif dalam belanja barang dan jasa.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan kami, ada belanja barang dan jasa yang tidak benar (fiktif) pada realisasi anggaran di SMAN 6 Binjai," ujar Adre.

Berdasarkan perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara, ditemukan kerugian negara senilai Rp 834.609.900. 

Dalam kasus ini, IP Sempat mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 650 juta. 

Baca juga: Kacabdisdik Binjai Sebut Kepala SMA Negeri 6 Kota Binjai Mundur Begitu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

"Ada dua tersangka yang ditetapkan oleh penyidik. Selain IP, juga ada tersangka E," ujar mantan Kasi Pidsus Kejari Langkat ini. 

Adre menambahkan, tersangka E juga membantu memulangkan kerugian negara sebesar Rp 150 juta.

Terkait E yang belum ditahan, menurut Adre, karena tengah merawat suaminya yang sedang dirawat di rumah sakit. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved