Kemunculan Ular

Musim Hujan, Rumah Warga di Kota Siantar Sering Didatangi Ular Berbisa

Sejumlah rumah warga di Kota Siantar sering dimasuki ular pada musim penghujan seperti sekarang ini

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
HO
Petugas Damkar Kota Siantar mengevakuasi ular cobra yang masuk ke rumah warga 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Sejumlah rumah warga di Kota Siantar sering didatangi ular berbisa di musim hujan seperti sekarang ini.

Menurut petugas pemadam kebakaran Kota Siantar, mereka setidaknya ada menerima 10 laporan mengenai kemunculan ular berbisa di rumah warga.

Teranyar, ular berbisa muncul di rumah milik Hasianna Tindaon (55), yang ada di Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Baca juga: Pawang Ular Tewas Digigit King Cobra yang Sudah Dipelihara Selama 5 Tahun

Kepala Bidang Kebakaran (Kabid Damkar) Kota Siantar, Josua Haloho mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan evakuasi terhadap ular yang masuk ke rumah warga hingga pemiliknya resah.

"Kurang lebih sudah ada 10 kali kami melakukan evakuasi terhadap ular yang masuk ke rumah warga. Ada juga sebagian tidak kita dapat ularnya," ujar Josua, Kamis (27/10/22).

Ular yang masuk ke rumah warga pada umumnya berasal dari pinggiran sungai.

Damkar Tanjungbalai evakuasi ular piton berukuran besar di pemukiman warga di Jalan Sudirman, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.
Damkar Tanjungbalai evakuasi ular piton berukuran besar di pemukiman warga di Jalan Sudirman, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai. (HO)

Terkait cara memitigasi agar ular tak masuk ke rumah warga, Josua menyarankan agar warga yang rumahnya berada di pinggiran sungai selalu menjaga kebersihan.

"Kalau untuk warga yang di pinggiran sungai, tetap menjaga kebersihan rumahnya agar tidak ada sampah yang menumpuk hingga menjadi sarang ular," ujarnya 

"Intinyakan datangnya reptil seperti ular itu kan karena adanya tumpukan sampah sehingga ular masuk ke rumah warga. Untuk laporan ke kita itu sudah lebih dari 10 kali," tambahnya.

Baca juga: Geger Video Penemuan Ular Piton Raksasa Sepanjang 7 Meter Dengan Bobot Ratusan Kilo

Joshua juga mengakui bahwa beberapa petugas Damkar belum mahir dalam penanganan untuk mengevakuasi ular dari rumah warga.

Terkadang ular yang masuk ke rumah warga tersebut pun berujung mati saat dievakuasi.

"Biasanyakan cara kita menangkap ular itukan belum mahir, jadi sehingga untuk menangani ular masuk ke rumah warga itu dengan dimatikan. Banyakan kita buang atau kita tanam," katanya seraya menyampaikan pihaknya akan berlatih lagi sehingga mahir dalam penyelamatan ular yang masuk dan resahkan pemilik rumah.

Baca juga: ULAR Sepanjang 3 Meter Melintang di Jalan Bikin Pengendara di Medan Baru Nyaris Jatuh karena Kaget

"Kalau kedepannya akan kita latih lagi SDM Dankar agar ahli menangani ular masuk ke rumah warga. Selanjutkan ular-ular yang kita tangkap dari rumah warga akan kita serahkan ke Taman Hewan," pungkasnya.(alj/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved