Breaking News:

Sinode Agung HKBP 2022

Presiden Joko Widodo Tutup Acara Sinode Agung HKBP 2022 dengan Umpasa Batak

Presiden Joko Widodo resmi menutup acara Sinode Agung HKBP 2022 dengan berbahasa Batak pada Kamis, (27/10/2022).

Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Presiden Joko Widodo resmi menutup acara Sinode Agung HKBP 2022 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Joko Widodo resmi menutup acara Sinode Agung HKBP 2022 dengan berbahasa Batak pada Kamis, (27/10/2022).

Pada penutupan acara tersebut, Presiden Joko Widodo menyampaikan berbagai pesan dan pidato untuk masyarakat khususnya jemaat HKBP.

Menariknya, saat akan menutup pidatonya itu, Presiden Joko Widodo menyisipkan umpasa Batak (pepatah).

"Tubu ma hariara di tonga ni huta godang, mansai las ma roha molo pajumpang dohot parsinode godang," ucap Presiden Jokowi dalam penutupan acara tersebut.

Pada penutupan acara itu pula, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa acara Sinode Agung tersebut merupakan momentum bagi HKBP untuk meningkatkan kontribusinya dalam meningkatkan persoalan-persoalan jemaat, masyarakat, bangsa dan negara dalam menghadapi dunia yang penuh gejolak.

"Saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan sinode agung HKBP yang menjadi momentum bagi HKBP untuk meningkatkan kontribusinya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan jemaat, masyarakat, bangsa dan negara dalam menghadapi dunia yang penuh gejolak," ujarnya.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Sinode Agung dapat menjadi landasan kuat untuk memperkokoh peran gereja dan seluruh jemaat agar terus tumbuh menjadi umat yang terang dan mulia mengingat saat ini bangsa dan negara tengah menghadapi ujian yang berat setelah melewati masa pandemi Covid 19.

Saat ini, Indonesia tengah dihantam oleh ancaman krisis energi yakni krisis pangan dan krisis keuangan.

Hal ini disebabkan oleh perang Rusia - Ukraina dan peningkatan tensi geopolitik global dimana ancaman krisis ini diprediksi akan membawa dunia pada tahun-tahun yang gelap.

"Kita dihantam lagi dengan krisis energi, krisis pangan dan krisis keuangan akibat perang Rusia - Ukraina dan peningkatan tensi geopolitik global yang diprediksi akan membawa dunia pada tahun-tahun yang gelap, tahun-tahun yang penuh dengan ketidakpastian," ujar Presiden Jokowi.

Meski tengah menghadapi krisis ekonomi tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus tetap bersyukur karena ekonomi pada kuartal ke-2 pada tahun 2022 masih tumbuh positif 5,44 persen.

Joko Widodo juga mengatakan bahwa inflasi juga masih terjaga dengan baik dan bahkan dalam kurun waktu 29 bulan berturut-turut neraca dagang negara melebihi jumlah biasanya.

"Kita patut bersyukur ditengah-tengah krisis ekonomi kita pada kuartal ke-2 pada tahun 2022 masih tumbuh positif 5,44 persen. Inflasi juga masih terjaga dengan baik dan 29 bulan berturut-turut neraca dagang kita juga surplus," lanjutnya.

Pada pidatonya itu, Presiden Jokowi berpesan agar para jamaat HKBP saling tolong menolong dan bahu membahu melayani sesama. Jokowi berharap hal itu akan menjadi kekuatan dalam menghadapi setiap ujian dan tantangan.

(cr31/tribun-medan.com)

Cek Berita Terkini Tribun Medan di Google News

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved