Breaking News:

Pakpak Bharat

Pemkab Pakpak Bharat Demonstrasikan Penggunaan dan Operasional Pengering Jagung

Uji coba ini dilakukan dengan menggandeng tenaga teknisi dari pihak penyedia mesin-mesin pengering dimaksud.

Editor: Abdi Tumanggor
Diskominfo Pakpak Bharat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan uji coba penggunaan dan operasional mesin pengering jagung (bed dryer) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sabtu (29/10/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan uji coba penggunaan dan operasional mesin pengering jagung (bed dryer) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sabtu (29/10/2022).

Uji coba ini dilakukan dengan menggandeng tenaga teknisi dari pihak penyedia mesin-mesin pengering dimaksud.

Uji coba dan operasional mesin bed dryer ini dilakukan setelah pihak Pemkab menerima keluhan dari masyarakat dan kelompok tani penerima bantuan bed dryer dimaksud tentang kurangnya efisiensi dan efektifitas alat pengering yang dipersiapkan guna menjawab kebutuhan masyarakat akan kebutuhan alat pengering jagung sebagai salah satu komoditi andalan Kabupaten Pakpak Bharat.

Turut Hadir dalam kegiatan uji coba ini di antaranya perwakilan Badan Usaha Milik Desa dan Gapoktan penerima bantuan alat pengering jagung, perrwakilan Polres Pakpak Bharat, puluhan awak media dan LSM, serta perwakilan pihak penyedia mesin bed dryer dimaksud.

Mesin pengering Jagung diuji coba
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan uji coba penggunaan dan operasional mesin pengering jagung (bed dryer) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sabtu (29/10/2022).

Setelah memperagakan pemasangan dan pengoperasian mesin pengering berkapasitas total 500-800 kilogram ini, teknisi bersama insan pers, LSM dan masyarakat lainnya langsung mengoperasikan mesin dimaksud.

Total 500 kilogram jagung dengan kadar air yang telah diukur sebelumnya pada angka 32 persen kadar air.

Setelah melalui proses pengeringan selama 10 jam, mesin pengering ini mampu menurunkan kadar air sampai 15 persen, di mana kadar air yang tadinya berada pada angka 32 persen kini menyusut pada angka 17 persen.

Bed dryer atau mesin pengering Jagung
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melakukan uji coba penggunaan dan operasional mesin pengering jagung (bed dryer) di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sabtu (29/10/2022).

Farid, salah seorang teknisi dari pihak penyedia menjelas idealnya mesin ini mampu menurunkan kadar air pada jagung dengan kadar 22 persen menjadi 16 -17 persen dalam waktu empat sampai lima jam. Normalnya seperti itu.

"Ini tadi kita ukur kadar air jagungnya ada diangka 32 persen, jadi ya agak lama, normalnya jagung kita kan kira-kira 22-24 persen kadar air, jadi bisa dikeringkan dalam waktu empat sampai lima jam,"jelas Farid.

(*/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved