Penganiayaan

Oknum Anggota Deninteldam I/BB Resmi Jadi Tersangka, Kapendam: Pasal 35 Ayat 1

Koptu Indrayasa, anggota Deninteldam I/Bukit Barisan resmi dijadikan tersangka dan ternyata tidak ditahan

Penulis: Alfiansyah | Editor: Array A Argus
HO
Oknum anggota Deninteldam I/Bukit Barisan terekam aniaya warga 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Koptu Indrayasa, oknum anggota Deninteldam I/Bukit Barisan resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap tiga orang pedagang telur.

Kapendam I/Bukit Barisan, Letkol Inf Rico Julyanto Siagian mengatakan, bahwa kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh penyidik Denpom I/5 Medan.

"Dia (Indrayasa) dikenakan pasal 351 KUHP ayat 1," kata Rico kepada Tribun-medan.com, Selasa (1/11/2022).

Namun, ia menjelaskan meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Koptu Indrayasa yang bertugas sebagai Denintel itu tidak ditahan.

Baca juga: Oknum Anggota Deninteldam I/Bukit Barisan yang Aniaya Pengusaha Telur Kabarnya Ditangkap Denpom I/5

"Pertimbangan penyidik si Koptu Indrayasa tidak ditahan, pertimbangan penyidik karena dianggap dia kooperatif, tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatan dan tidak melarikan diri," sebutnya.

Rico menuturkan, rencananya hari Kamis (3/11/2022) mendatang berkas perkaranya akan dilimpahkan ke Oditur Militer (Otmil) I Medan.

"Penyelidikan sudah hampir selesai, saya sudah tanyakan ke penyidik, penyidik sedang mempersiapkan berkas, untuk di kirim ke Otmil," ujarnya.

Dikatakannya, setelah berkas dinyatakan lengkap oleh Pengadilan Militer Koptu Indrayasa langsung disidangkan.

Baca juga: Oknum Anggota Deninteldam I/Bukit Barisan Dilapor ke Denpom Karena Aniaya Pengusaha Telur

"Otmil nanti meneliti teliti berkasnya, kalau nanti sudah lengkap nanti dilanjutkan ke sidang, tapi kalau penetapan pasal sama unsur-unsur belum terpenuhi, biasa dikembalikan, insyaallah sudah terpenuhi," bebernya.

Dahri menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir perbuatan Anggotanya yang melanggar.

"Tidak ada toleransi sama anggota yang nakal, pasti akan kita tindak," tegasnya.

Sebelumnya, Feri Cuandra, seorang pengusaha telur dan dua anggotanya mengaku dianiaya oknum anggota Deninteldam I/Bukit Barisan, Koptu IND.

Menurut pengusaha telur ini, insiden penganiayaan yang dilakukan oknum Deninteldam I/Bukit Barisan itu terjadi pada Jumat (7/10/2022) lalu.

Baca juga: Pengusaha Telur Mengaku Dianiaya Oknum Anggota Deninteldam I/Bukit Barisan

Saat itu, oknum anggota Deninteldam I/Bukit Barisan ini mengamuk karena hanya masalah sepele.

Dari cerita Feri Cuandra, penganiayaan terjadi di Jalan Masjid, Kecamatan Medan Helvetia.

Di hari kejadian, persisnya pada sore hari, karyawan Feri bernama Iqbal sedang mengantar telur ke langganan nya di lokasi tersebut dengan menggunakan becak bermotor.

Ketika itu, becak yang dikendarai karyawannya berhenti di depan rumah langganan yang berbeda di dalam gang.(cr11/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved