Breaking News:

Air PDAM Tirta Sari Jorok

Berulah Lagi, Air Leding PDAM Tirta Sari yang Sebelumnya Mirip Air Comberan, Sekarang Berlumpur

Warga di Kota Binjai kembali mengeluh, lantaran air leding dari PDAM Tirta Sari berlumpur

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
Tangkap layar video air ledeng yang berubah warna di Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (3/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,BINJAI - Pelayanan PDAM Tirta Sari di Kota Binjai kembali menuai protes dari masyarakat.

Sebab, air leding PDAM Tirta Sari yang sebelumnya mirip air comberan, kini kondisinya makin parah.

Menurut masyarakat di Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, setelah empat hari air leding PDAM Tirta Sari tidak mengalir, kini air mengalir dalam kondisi cokelat pekat berlumpur. 

Baca juga: VIRAL, Air Leding PDAM Tirta Sari Mirip Air Comberan, Manajemen Buang Badan ke BWS

Air leding PDAM Tirta Sari mirip air comberan
Air leding PDAM Tirta Sari mirip air comberan (HO)

Tak pelak, air leding yang berlumpur ini direkam warga, hingga videonya beredar dan viral di media sosial.

"Enggak perlu ke cafe lagi kalau mau minum kopi susu, langsung dari kran," ujar warga, Kamis (3/11/2022).

"Cocok air pam kek gini warnanya, ya Allah, udah lah enggak hidup empat hari, sekali hidup kek gini warnanya, kalian tengok lah ini," ujar warga sembari tertawa.

Cuma menetes

Sebelumnya, warga yang tinggal di Jalan Gatotsubroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara, mengalami hal serupa.

Sebab, air leding PDAM Tirta Sari tidak mengalir ke rumah warga.

Kejadian ini pun beredar viral di media sosial.

Baca juga: Warga Lubukpakam Kesulitan Air Bersih Berhari-hari, PDAM Tirta Deli hingga Kini Tak Ada Perbaikan

Dalam video terlihat, bahwa air leding PDAM Tirta Sari cuma menetes saja.

"Air pam hanya mengotori, ini dia hasilnya. Udah berapa hari mati," ujar warga.

"Tapi kalau terlambat bayar, dendanya luar biasa," sambungnya.

Menanggapi masalah ini, Direktur PDAM Tirta Sari, Taufiq 'buang badan' kepada Balai Wilayah Sungai (BWS).

"Dinding bronjong penahan air sungai jebol dihantam banjir, yang dimana itu menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS). Jadi terbentuk aliran baru, sehingga gak masuk air sungai ke bangunan IPA Marcapada atau bangunan intakenya," ujar Taufiq, Rabu (2/11/2022). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved