Perampokan Modus COD

Kapolrestabes Medan Janji Ungkap Perampokan Modus COD yang Libatkan Anak Buahnya

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda janji ungkap kasus perampokan modus COD yang dilakukan anak buahnya

Penulis: Alfiansyah | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda saat diwawancarai, Kamis (3/11/2022). TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda berjanji mengungkap kasus perampokan modus COD (cash on delivery) yang dilakukan tiga anak buahnya.

Menurut Kapolrestabes Medan, kasus ini menjadi atensi. 

"Masih ditindaklanjuti, perintah pak Kapolda untuk tetap ditindaklanjuti yang anggota Sabhara itu," kata Valentino kepada Tribun-medan.com, Kamis (3/11/2022).

Baca juga: Ketua Geng Motor Ngaku Punya 20 Anggota, Celurit Jadi Senjata Andalan Merampok

Ia mengatakan, soal dugaan keterlibatan personel lainnya, saat ini Propam Polda Sumut masih melakukan penyelidikan.

"Dari Propam sedang menindaklanjuti, itu menjadi atensi dari pak Kapolda," sebutnya.

Valentino belum mengungkapkan, siapa personel lain yang terlibat dalam jaringan kasus perampokan modus COD sepeda motor tersebut.

"Perkembangannya nanti kita koordinasikan, ini ditangani propam nanti kita koordinasikan," ujarnya.

Baca juga: Pelajar di Medan Merampok Siang Bolong Ditangkap, Komplotan Serigala Hitam Juga Dibekuk

Sebelumnya, Polda Sumut menyebut masih mendalami dugaan keterlibatan personel Polsek Sunggal dan Helvetia dalam kasus perampokan modus COD yang dilakukan tiga personel Sat Sabhara Polrestabes Medan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, Propam Polda Sumut sedang bekerja mengusut dugaan tersebut.

Berdasarkan keterangan tiga personel Sat Sabhara Polrestabes Medan yang ditetapkan tersangka, mereka mengaku bekerjasama dengan personel dari Polsek Sunggal dan Helvetia dalam aksi merampok modus COD.

Baca juga: Istri Oknum Polisi yang Merampok Mohon Suami Tak Dipecat, Ini Respons Polda Sumut

"Kalau ada pengakuan dari mereka seperti itu, itu nanti di dalami sama Propam soal dugaan keterlibatan personel dua Polsek itu,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Rabu (12/10/2022).

Berdasarkan hasil sidang komisi kode etik profesi (KKEP) kemarin, Bripka Ari Galih Gumilang, Briptu Haris Kurnia Putra dan Bripka Firman Bram Sidabutar dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti bersalah.

Di dalam persidangan mereka pun mengaku lebih dari 10 kali merampok sepeda motor dengan modus COD yang diduga melibatkan anggota Polsek Sunggal dan Helvetia.

Baca juga: Sudah Ketahuan Merampok, Tiga Polisi Ini Tidak Terima Dipecat, Masih Mau Jadi Polisi Lagi

Selain itu mereka positif menggunakan narkoba.

"Terbukti menggunakan narkoba, mengaku. Masih didalami (keterlibatan personel lain),"kata Kasubbag Yanduan Bid Propam Polda Sumut Kompol Asmara Jaya.(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved