Breaking News:

Berita Kriminal

TIGA POLISI di Medan Terlibat Perampokan Sepeda Motor Milik Warga Jadi Atensi Kapolda Sumut

Kasus perampokan sepeda motor milik warga, yang melibatkan tiga personel Polrestabes Medan menjadi Atensi Kapolda Sumut untuk mengungkap jaringan

Penulis: Alfiansyah | Editor: Risky Cahyadi

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kasus perampokan sepeda motor milik warga, yang melibatkan tiga personel Polrestabes Medan menjadi Atensi Kapolda Sumut untuk mengungkap jaringan para pelaku.

Terlebih, kuat dugaan kasus perampokan itu melibatkan sejumlah personel polisi lainnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda saat ditanyai perkembangan kasus tersebut.

"Masih di tindaklanjuti, perintah pak Kapolda untuk tetap ditindaklanjuti yang anggota Sabhara itu," kata Valentino kepada Tribun-medan, Kamis (3/11/2022).

Ia mengatakan, soal dugaan keterlibatan personel lainnya saat ini Propam Polda Sumut masih melakukan penyelidikan.

"Dari propam sedang menindaklanjuti, itu menjadi atensi dari pak Kapolda," sebutnya.

Valentino belum mengungkapkan, siapa personel lain yang terlibat dalam jaringan kasus perampokan sepeda motor dengan modus Cash On Delivery.

"Perkembangannya nanti kita koordinasikan, ini ditangani propam nanti kita koordinasikan," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Sumut menyebut masih mendalami dugaan keterlibatan personel Polsek Sunggal dan Helvetia dalam kasus perampokan modus Cash On Delivery yang dilakukan tiga personel Sat Sabhara Polrestabes Medan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, Propam Polda Sumut sedang bekerja mengusut dugaan tersebut.

Berdasarkan keterangan tiga personel Sat Sabhara Polrestabes Medan yang ditetapkan tersangka, mereka mengaku bekerjasama dengan personel dari Polsek Sunggal dan Helvetia dalam aksi merampok modus Cash On Delivery.

"Kalau ada pengakuan dari mereka seperti itu, itu nanti di dalami sama Propam soal dugaan keterlibatan personel dua Polsek itu,"kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Rabu (12/10/2022).

Berdasarkan hasil sidang komisi kode etik profesi (KKEP) kemarin, Bripka Ari Galih Gumilang, Briptu Haris Kurnia Putra dan Bripka Firman Bram Sidabutar dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena terbukti bersalah.

Di dalam persidangan mereka pun mengaku lebih dari 10 kali merampok sepeda motor dengan modus COD yang diduga melibatkan anggota Polsek Sunggal dan Helvetia.

Selain itu mereka positif menggunakan narkoba.

"Terbukti menggunakan narkoba, mengaku. Masih didalami (keterlibatan personel lain),"kata Kasubbag Yanduan Bid Propam Polda Sumut Kompol Asmara Jaya.

(cr11/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved