Viral Medsos
Perkembangan Terbaru Kasus Ayah Bantai Anak dan Istrinya, Ngaku Harga Dirinya Terinjak
Berdasarkan pemeriksaan, Rizky kesal karena istrinya yang berinisial NI (31) menanyakan masalah utang di bank pada Selasa (1/11/2022).
TRIBUN-MEDAN.COM - Perkembangan terbaru kasus ayah bernama Rizky Noviyandi Achmad (31) membantai anak dan istrinya di Perumahan Klaster Pondok, Jatijajar, Depok.
Berdasarkan pemeriksaan, Rizky kesal karena istrinya yang berinisial NI (31) menanyakan masalah utang di bank pada Selasa (1/11/2022) sekitar pukul 02.00 WIB. Rizky dan NI kemudian cekcok.
"Dari hasil pemeriksaan terakhir, kami mendapatkan motif baru, di mana pelaku pertama kali cekcoknya terkait masalah pelunasan utang yang ditanyakan oleh istrinya di salah satu bank," kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Jumat (4/11/2022).
Setelah cekcok, pelaku keluar mencari makan dan melaksanakan sholat subuh di masjid. Sepulang dari masjid, pelaku melihat istrinya sedang mengemas barang-barang untuk bergegas pergi ke rumah pamannya.
"Selesai sholat subuh (pelaku) kembali ke rumah dan melihat istrinya sedang berkemas dan anaknya sudah rapi menggunakan seragam sekolah," ujar Yogen.
Amarah pelaku kemudian memuncak. Dia mengambil senjata tajam lalu membacok istri dan anak sulungnya. Anak sulungnya, KPC (11), mengalami luka bacokan di sekujur tubuh dan meninggal karena kehabisan darah, sedangkan istrinya kritis.
Sebelumnya, polisi juga menyebutkan bahwa pelaku dan istrinya sering cekcok karena pelaku sering pulang pagi. Sang istri juga meminta cerai. Adapun pelaku kini sudah ditangkap. Dia dijerat Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 44 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Motif Pembantaian
Motif Rizky Noviyandi Achmad, membantai anak perempuannya berusia 11 tahun dan istrinya di Perumahan Klaster Pondok Jatijajar Depok, telah terungkap.
Rizky tega membantai anak sulungnya yang berinisial KPC hingga tewas dengan kondisi mengenaskan. Sedangkan istrinya, NI (31), kondisinya kritis.
Sang istri minta cerai
Kepala Kepolisian Resor Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan Rizky marah karena sang istri, NI meminta cerai dan hendak pergi dari rumah.
"Saat itu, (istri) mau antar anaknya yang jadi korban (ke sekolah), kemudian (istri) mau ke rumah pamannya. (Ingin) keluar dari rumah karena sering cekcok," ujar Imran di Mapolres Depok, Rabu (2/11/2022).
Perselisihan dipicu karena pelaku sering pulang pagi. Pelaku tak suka saat istri bertanya soal alasannya pulang pagi saat itu, sehingga terjadi cekcok.
Pada saat itu, kata Imran, NI minta cerai. Rizky pun sempat pergi sholat subuh ke masjid. Amarah itu kemudian memuncak sepulang Rizky dari masjid.
Saat itu, Rizky meliat istrinya sedang bersiap pergi dari rumah. Saat itu, anaknya, KPC, sudah pakai seragam sekolah.
"Istrinya sudah rapi. Namun, pelaku tidak terima. Hingga akhirnya terjadi adu mulut hebat, pelaku ambil golok yang ada di bawah meja," ujar Imran.
Merasa harga dirinya terinjak
Rizky mengaku membantai anak dan istrinya karena merasa tak dihargai sebagai kepala rumah tangga. Bahkan, istrinya selalu membuat kesal Rizky. "Cuma kalau cerita saya sama istri dan anak itu dari dulu selama perjalanan (berumah tangga) saya sama dia sering dibuat kesal mulu," kata Rizky.
Rizky merasa tak pernah dihargai oleh istrinya padahal sudah berjuang untuk menafkahi keluarga.
"Tidak pernah dihargai, terus sering dinjak-injak (harga diri saya) karena saya sebagai laki-laki punya harga diri, tetapi saya juga mengaku salah," kata Rizky.
"Jadi berapa pun saya kasih nilainya dan seberapa pun perjuangan saja di mata dia tidak berharga, selalu diacuhkanlah harga diri saya dan anak juga sama seperti itu," sambung dia.
Bunuh anak karena dicueki
Selain itu, Rizky mengaku tega membunuh anaknya, KPC lantaran kesal didiamkan.
Saat itu, Rizky menanyakan ke anaknya terkait rencana NI untuk berpisah dan pulang ke rumah pamannya. Namun, KPC malah merespons dengan membuang muka.
"Cekcok mulut ama istri pas dia mau pulang ke rumah, saya tanya anak saya dia kan namanya Keke (KPC). 'Ke dengar ayah, ayah mau bicara,' tapi tidak dihiraukan, dia cuek juga sampai buang muka," kata Rizky.
Kerena itu, Rizky mengaku kecewa terhadap anaknya karena tak menghargainya sebagai seorang ayah. Terlebih, kebutuhan anaknya dalam pendidikan selalu dipenuhi.
"Itu dia (KPC) sudah saya sekolahkan dan didik dengan pengajian dan les segala macam tapi selalu tidak menjawab kalau saya tanyain," ujar dia.
Di saat itulah emosi Rizky memuncak sehingga langsung mengambil sebilah golok yang disimpan di kolong meja di kediamannya. Ia mengaku terlebih dulu menganiaya istrinya dan dilanjutkan dengan membacok KPC. "Abis bacok istri, anak saya lari terus saya kejar juga," ujar Rizky.
Pembantaian itu menyebabkan KPC tewas dalam kondisi yang mengenaskan, sedangkan sang istru, NI mengalami luka bacok yang cukup serius di sekujur tubuhnya hingga mengalami kritis.
(*/tribun-medan.com/kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pembacokan-istri-di-Depok.jpg)