Breaking News:

Berita Kesehatan

Amankah Berhubungan Intim Saat Istri Sedang Hamil? Begini Penjelasan Seksolog dr Boyke

dr Boyke menyarankan sebelum berhubungan intim, seorang istri harus konsultasi dulu ke dokter untuk mengecek apakah aman jika melakukan hubungan intim

Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Seksolog dr Boyke Dian Nugraha 

TRIBUN-MEDAN.COM - Berhubungan intim dapat meningkatkan keharmonisan dalam rumah tangga.

Namun saat wanita tengah hamil, kerap kali sepasang kekasih baik istri maupun suami khawatir melakukan hubungan intim.

Hal ini disebabkan pasangan suami istri tersebut takut terjadi sesuatu kepada janin yang ada didalam kandungan.

Namun tak perlu khawatir, berhubungan intim saat sedang hamil tidak akan mengganggu perkembangan bayi.

Justru, menurut dr Boyke berhubungan intim saat hamil bagus untuk kehamilan, namun dengan syarat istri bahagia melakukan hal itu.

"Yang namanya hubungan seks yang membahagiakan itu pasti baguslah untuk kehamilan, karena apa? karena si istri kan merasa senang, jadi kehamilannya secara psikologis, dia akan merasa lebih santai, dia jadi wanita yang ngerasa di hargai," kata dr Boyke dikutip Tribunmedan.com dari kanal YouTube Official NET News, Sabtu  (5/11/2022).

Setiap kehamilan memiliki tingkat kekuatan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, dr Boyke menyarankan sebelum berhubungan intim, seorang istri harus konsultasi dulu ke dokter untuk mengecek apakah aman jika melakukan hubungan intim saat sedang hamil.

Jika seorang istri pernah mengalami keguguran ataupun pendarahan, maka berhubungan intim sangat tidak dianjurkan.

"Karena itu mesti di cek ke dokter apakah dia available nggak untuk berhubungan seks? Kalau misalnya dia ada riwayat keguguran, pendarahan, maka di tri semester pertama jangan dulu deh," lanjut dr Boyke.

Selain riwayat keguguran dan pendarahan, seorang istri yang memiliki kondisi kehamilan dengan posisi ari ari dibawah atau yang biasa disebut Plasenta previa juga sangat tidak dianjurkan untuk berhubungan intim karena dikhawatirkan akan mengeluarkan darah.

Tak hanya itu, wanita hamil dengan keputihan yang berlebih juga tidak di anjurkan untuk berhubungan intim, begitu pula jika suami memiliki penyakit kelamin.

"Kalau ari arinya dibawah itu nggak boleh karena itu akan bisa berdarah, keputihan banyak itu nggak boleh karena biasa 70 persen wanita hamil kadang-kadang infeksi dengan jamur, kemudian kalau suami punya penyakit kelamin itu juga nggak boleh," ujar dr Boyke.

Di masyarakat, banyak mitos yang menyebutkan bahwa  berhubungan intim saat sedang hamil akan menyakiti bayi yang ada di dalam kandungan. Namun, hal tersebut di bantah oleh dr Boyke.

Namun, mengenai mitos tentang orgasme seorang istri berbahaya bagi kehamilan, dr Boyke membenarkan hal tersebut.

dr Boyke mengatakan orgasme bagi seorang ibu hamil bisa berbahaya jika ia memiliki kondisi kehamilan yang lemah.

"Kalau orgasme istri bisa membuat keguguran, ya. Pada siapa? Pada pasien-pasien yang memang kondisi rahimnya sensitif. Dirangsang sedikit sudah mules, itu biasanya dokter akan memberikan obat-obat anti mules dan biasa melarang hubungan seks saat hamil," ujar dr Boyke.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved