Brigadir J Ditembak Mati

TERUNGKAP Data Ponsel Brigadir J, Putri, Kuat Maruf, Bharada E, dan Ricky Telah Diserahkan ke Polri

Kedua saksi dari provider ponsel itu menjelaskan terkait penyerahan data percakapan nomor telepon dari Yosua, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, Susi

Editor: Abdi Tumanggor
kompas tv
Dalam persidangan yang mempertemukan terdakwa Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal turut dihadirkan saksi dari pihak legal counsel provider ponsel PT XL Axiata dan Telkomsel. (kompas tv) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Dalam persidangan yang mempertemukan terdakwa Richard Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal turut dihadirkan saksi dari pihak legal counsel provider ponsel PT XL Axiata dan Telkomsel.

Kedua saksi dari provider ponsel itu menjelaskan terkait penyerahan data percakapan nomor telepon dari Yosua, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, Susi, dan Kuat Maruf.

Namun keduanya tidak mengetahui data isi SMS yang saat itu diserahkan ke pihak Bareskrim Polri. Hal itu karena semua data CDR (call data record) telah diserahkan secara gelondongan ke Polri. 

Kedua saksi mengaku bahwa jika pihaknya diminta penyidik untuk menyerahkan semua data pecakapan seluler. Hal itu terjadi pada 2 September dan 21 September 2022.

"Kami pernah menerima surat di 2 September dan 21 September," kata saksi Viktor dari provider ponsel PT XL Axiata menjawab pertanyaan hakim soal kasus ini di PN Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022).

Viktor pun mengungkapkan bahwa saat itu penyidik Bereskrim Polri meminta semua data percakapan seluler milik Yosua, Putri Candrawathi, Bharada E atau Richard Eliezer, Ricky Rizal, Kuat Maruf dan Susi ART Ferdy Sambo.

Baca juga: KESAKSIAN Lengkap Sopir Ambulans saat Lihat Pertama Kali Jenazah Brigadir J dengan Genangan Darah

Selain itu, penyidik juga meminta data percakapan atas nomor seluler yang belum diketahui pemiliknya.

"Pertama di 2 September itu meminta nomor handphone yang terdaftar atas nama Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi, Susi, Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma'ruf dan nomor 087888258777," ucap Viktor.

Hakim pun lalu menanyakan soal nomor handphone tersebut.

"Itu terakhir nomor siapa?" tanya hakim ketua Wahyu Iman Santosa.

"Kami tidak tahu, dari kami muncul hanya nomor NIK (nomor induk kependudukan) saja, karena ini nomor prabayar sesuai aturan Menkominfo hanya disimpan NIK dan nomornya saja," jawabnya.

Meski begitu, Viktor mengaku tak tahu menahu soal isi percakapan yang diserahkan ke penyidik kepolisian.

Ia mengungkapkan isi dalam percakapan WhatsApp itu pun tidak terdeteksi.

"Hanya serahkan utuh secara gelondongan?" tanya hakim.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved