Sholat Gerhana Bulan

Niat dan Tata Cara, Serta Bacaan Sholat Gerhana Bulan

Gerhana bulan merupakan peristiwa khusus yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT di luar batas kemampuan manusia.

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Ayu Prasandi
abc.com
Gerhana Bulan 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN  - Sholat gerhana bulan dikenal juga dengan sholat Kusuf syamsi.

Shalat sunnah khusuf adalah salah satu bentuk ibadah yang dipanjatkan kepada Allah SWT pada saat terjadinya gerhana.

Gerhana bulan merupakan peristiwa khusus yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT di luar batas kemampuan manusia.

Baca juga: Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Malam Ini dan Jam Pelaksanaannya

Oleh karena itu, Sunnah hukumnya jika umat Muslim berdoa untuk gerhana secara berjamaah.

Sholat gerhana hampir sama dengan sholat jumat diawali dengan khutbah.

Sholat ini dianjurkan dalam pelaksanaannya secara berjamaah, tetapi boleh juga dilakukan secara sendirian.

Anda dapat memastikan terjadinya gerhana bulan terlebih dahulu dengan cara mencari informasi resmi dari pemerintah.

Sholat dilakukan saat terjadi gerhana bulan sedang berlangsung, bukan sebelum atau sesudah terjadinya gerhana.

Sebelum sholat gerhana bulan, para jamaah dapat diingatkan dengan ucapan asholatu jamiah.

Tidak ada adzan dan iqamah dalam pelaksanaan sholat gerhana bulan.

Niat melakukan sholat gerhana matahari tergantung pada kedudukannya sebagai imam atau makmum.

Baca juga: BACAAN Niat dan Doa Sholat Gerhana Bulan, Berikut Tata Caranya dan Amalan yang Dianjurkan

Berikut Niat Sholat Gerhana bulan

 أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Sebelum melaksanakan sholat gerhana, perlu diketahui tata cara dalam pelaksanaannya.

Berikut tata cara sholat gerhana bulan.

Niat di dalam hati

Takbiratul ihram

Membaca do'a iftitah dan berta'awudz, lalu membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) yang sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: "Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana."(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

Kemudian rukuk sambil memanjangkan bacaannya

Kemudian bangkit dari rukuk (i'tidal) sambil mengucapkan 'Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd'

Setelah i'tidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang, berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama

Kemudian rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya

Selanjutnya, bangkit dari rukuk (i'tidal)

Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali

Selanjutnya, bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua.

Rakaat kedua ini dilaksanakan sebagaimana rakaat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya

Salam

Setelah melaksanakan sholat gerhana, imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved