Penyerangan RS Bandung

Kapolrestabes Medan Masih Sembunyikan Identitas Polisi yang Lakukan Penyerangan ke RS Bandung

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda masih menyembunyikan identitas polisi pelaku penyerangan RS Bandung

Penulis: Alfiansyah | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN/ALFIANSYAH
Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda, saat menyampaikan perkembangan kasus tiga anggota nya yang terlibat percobaan perampokan sepeda motor warga, Minggu (9/10/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda sampai saat ini masih menyembunyikan identitas polisi dari Dit Samapta Polda Sumut yang lakukan penyerangan ke RS Bandung.

Padahal, informasi dari Polda Sumut, sudah ada lima polisi yang dipenjarakan.

Sayangnya, Kombes Valentino Alfa Tatareda memilih bungkam.

Pengamat Sosial sekaligus mantan pengawas Polri, Dr Bakhrul Khair Amal mengatakan, dalam kasus tersebut semestinya polisi terbuka kepada publik. 

Baca juga: IPW Soroti Kelakuan Polisi Baru Lulus Sekap dan Aniaya Perawat RS Bandung, Desak Segera Dipidanakan 

Baca juga: Pelaku Penyerangan RS Bandung Diamankan Polisi, Anggota DPRD Sumut Apresiasi Kinerja Kepolisian

"Intinya kalau mau bersih kenapa harus risih, kita harus membuka diri dari pandang keterbukaan informasi publik," kata Bakhrul kepada Tribun-medan, Kamis (10/11/2022).

"Karena ini adalah penyelenggaraan negara bagian dari negara, kalau semakin ada ketersinggungan berarti ada kebenaran yang ditutupi," sambungnya.

Ia menjelaskan, dalam kasus ini polisi seharusnya bertindak tegas kepada personelnya yang melakukan pelanggaran hukum, bukan malah menutup-nutupi kasus tersebut.

"Seperti statmen Kapolri, kalau tak mampu hersihkan ekor, kepalanya di potong, yang penting keterbukaan informasi publik terhadap proses penegakan hukum, makin ditutup-tutupi makin banyak catatan yang dicatat sama publik," sebutnya.

Bakhrul juga menuturkan, penyebab penganiayan dan penyerangan di RS Bandung tersebut banyak faktor yang mengakibatkan kejadian itu terjadi.

Baca juga: SOSOK Meriahta Sitepu, Pemilik RS Bandung yang Diserang Polisi Dit Samapta Polda Sumut

Baca juga: Dikatai Mirip Satpam, Jadi Alasan Bripda Tito Tampubolon Ngamuk Serang RS Bandung

Ditambah lagi, para pelaku ini merupakan polisi-polisi muda yang baru saja dilantik menjadi polisi berpangkat Bripda.

"Berarti pengawasan yang lemah dari internal polisi ada yang lemah dalam prosedur, ada pelanggaran yang dibangun oleh institusi itu," ungkapnya.

"Kenapa mereka bisa mendapatkan izin, bukan hanya satu orang tapi ada delapan orang, walaupun yang memulai itu satu orang," tambahnya.

Lalu, ia juga menyoroti tentang penerimaan Bintara Polri dan juga sistem pendidikan yang diberikan saat masa pelatihan.

"Mungkin dari pembinaan mental, program proses belajar. Jadi kalau kita melihatnya dari hulu ke hilir, kita melihat di mulainya penerimaan Bintara ataukah bimbingan belajar ketika berada di ruang kelas," bebernya.

Baca juga: UPDATE Penyerangan RS Bandung, Bripda Tito Tampubolon Cs Jalani Tes Urine, Begini Kata Kabid Humas

Baca juga: TERUNGKAP Bripda Tito Tampubolon Mabuk dengan Perawat RS Bandung, Polisi Belum Lakukan Tes Urine

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved