Breaking News:

Berita Sumut

Korban Banjir di Tanjung Pura Keluhkan Minimnya Bantuan, Hanya Peroleh Ini dari Pemerintah

Sejumlah warga mengeluh minimnya bantuan pemerintah, meski banjir sudah melanda permukiman warga di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Langkat.

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Sejumlah warga mengeluh minimnya bantuan pemerintah setempat, meski banjir sudah melanda permukiman warga di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Langkat, sejak beberapa hari terakhir.

Informasi yang diperoleh wartawan Tribun Medan, air banjir yang merendam rumah warga di Jalan Karentina, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, hanya mendapat bantuan empat bungkus mie instan saja. 

Hal ini diungkapkan oleh salahseorang warga Syairuddin (56) saat diwawancarai beberapa wartawan. 

Baca juga: Seminggu Jadi Korban Banjir, Warga Desa Cempa Mulai Terserang Penyakit, Harap Perhatian Pemerintah

"Di Jalan Karentina, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, sudah lima hari terendam banjir," ujar Syairuddin. 

Lanjut Syairuddin, dirinya dan beberapa tetangga lainnya, sejak dua atau tiga hari yang lalu cuma hanya mendapat bantuan empat bungkus mie instan saja.

"Sampai saat ini belum ada dapat bantuan apa-apa lagi," ujar Syairuddin. 

Sedangkan itu Syairuddin menambahkan, banjir yang merendam rumahnya, hanya pada bagian belakang dan kamar mandi. 

"Yang masuk air banjirnya pada bagian belakang dan kamar mandi. Kalau ketinggi debit airnya hingga 30 sentimeter. Tetapi hari ini sudah mulai agak surut," ujar Syairuddin. 

"Selama banjir ini saya dan keluarga hanya dirumah saja, tidak mengungsi," sambungnya. 

Syairuddin dan warga lainnya berharap seperti tahun-tahun yang lalu, pompa air yang ada di waduk difungsikan kembali, agar air tidak tergenang. 

"Kondisi pompa ada yang bilang rusak, dan tidak berfungsi. Sedangkan kondisi sungai Batang Serangan saat ini sudah surut," tutup Syairuddin. 

Sementara itu, Camat Tanjung Pura, Muhammad Nawawi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengatakan, jika soal bantuan empat bungkus mie instan yang diterima warga, teknis pembagian bantuan itu semua di desa. 

"Karena kita dari kecamatan membagi ke desa-desa. Dan desa yang membagikan ke masyarakat," ujar Nawawi. 

Nawawi juga mengatakan, memang saat ini Kecamatan Tanjung Pura sudah menerima bantuan yang terdiri dari, Kemensos, Dinas Sosial Langkat, BPBD, dan Baznas. 

Baca juga: Banjir di Langkat Mulai Berangsur Surut, Kini Hanya Merendam Tiga Kecamatan

"Bantuan yang diterima berupa sembako dan keperluan bayi juga ada. Dan jelas memang bantuan kurang, dari jumlah yang terdampak banjir dengan jumlah bantuan yang menerima, tidak sama banyaknya. Bantuan nya tidak sebanyak yang terdampak, jadi ada warga yang sudah dapat, ada yang belum," ucap Nawawi. 

Kemudian, soal debit air sungai memang sudah berkurang. Nawawi menambahkan saat ini pintu waduk belum bisa di buka.  

"Karena apa, air sungai masih hampir melewati pintu waduk. Tapi tidak separah sewaktu puncak banjir kemarin. Kita juga sedang melakukan penyedotan air banjir dari waduk Tanjung Pura, dan dibuang ke Sungai Batang Serangan," tutup Nawawi.

(cr23/tribun-medan.com)


 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved