Breaking News:

Berita Sumut

Banjir di Kabupaten Asahan Berangsur Surut, Pemkab Berharap Aktivitas Masyarakat Bisa Kembali Normal

Banjir yang melanda beberapa desa di Kabupaten Asahan sudah mulai berangsur surut, Jumat (11/11/2022). 

Tribun Medan/Alif Al Qadri Harahap
Warga Desa Sei Dua Hulu bangun tenda darurat milik pribadi, tenda bantuan pemerintah dinilai tidak cukup menampung masyarakat. 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Banjir yang melanda beberapa desa Kabupaten Asahan sudah mulai berangsur surut, Jumat (11/11/2022). 

Seperti pantauan tribun-medan.com di Desa Terusan tengah, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan. Air yang semula sedengkul orang dewasa ini, kini telah surut total. 

Hal senada juga ditemukan tribun-medan.com di Desa Sei Dadap, yang semula memiliki tinggi air mencapai 120 cm ini terlihat berangsur turun. 

Baca juga: Banjir Rendam 48 Desa/Kelurahan di Asahan, 1.585 Orang Diantaranya Terpaksa Mengungsi

Namun, terdapat beberapa desa yang masih terdampak banjir di, seperti di Desa Silomlom, Sipaku Area, Perkebunan Raja, dan Sei Dua Hulu. 

Pantauan tribun-medan.com, banjir masih bertahan menggenangi ruas jalan raya di Desa Sei Dua Hulu dengan memiliki ketinggian diperkirakan 30-50 cm. 

Banjir menggenangi 43 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Asahan, mengakibatkan 17 ribu jiwa terdampak dan beberapa warga terpaksa mengungsi. 
Banjir menggenangi 43 desa dan 5 kelurahan di Kabupaten Asahan, mengakibatkan 17 ribu jiwa terdampak dan beberapa warga terpaksa mengungsi.  (HO/Tribun Medan)

Sekretaris Kominfo Kabupaten Asahan, Arbin Tanjung menjelaskan banjir terparah saat ini masih bertahan di Desa Sei Dua Hulu. Di mana banjir yang sudah hampir seminggu tersebut enggan surut. 

"Sudah ada 10 tenda pengungsian yang dibangun oleh BPBD dan Dinsos di Desa Sei Dua Hulu. Posko Kesehatan juga telah kita buat untuk masyarakat yang mengalami penyakit terdampak banjir," kata Tanjung.

Selain menggunakan tenda yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Asahan, masyarakat juga telah membangun tenda miliknya pribadi dengan menggunakan alat seadanya. 

"Iya, mereka membangun pondok juga. Karena mereka tidak ingin gabung dengan yang lain," kata Tanjung. 

Ia berharap, dengan berangsur surutnya banjir yang melanda Kabupaten Asahan, perekonomian masyarakat juga ikut berangsur naik dan dapat beraktifitas seperti biasa. 

Sementara, Lokot saat dijumpai Tribun-Medan.com mengaku, membangun tenda pengungsian tersebut bertujuan agar tidak berdesak-desakan dengan warga lainnya. 

Baca juga: Pemkab Asahan Bersama TNI Dirikan 15 Tenda Darurat untuk Pengungsi Korban Banjir

"Bayangkanlah, disana satu tenda bisa enam kepala keluarga. Mau sesumpek kek mana. Ya kami bangun ajalah seadanya, yang penting keluarga kami bersama," kata Lokot. 

Lanjutnya, saat ini warga sangat membutuhkan air bersih untuk mandi dan memasak. Sebab, saat ini sangat sulit ditemukan air bersih karena sumur mereka telah di genangi oleh air. 

(cr2/tribun-medan.com) 

 
 
 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved