Rusia vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina di Hari ke-260, Pasukan Rusia Mundur dari Kherson hingga Harta Warga Dirampas
Memasuki hari ke-260 serangan Rusia ke Ukaraina, pasukan Rusia mundur dari Kherson dam dilaporkan mengalami bentrok dengan pasukan Ukraina
TRIBUN-MEDAN.COM - Memasuki hari ke-260 serangan Rusia ke Ukaraina, pasukan Rusia mundur dari Kherson dam dilaporkan mengalami bentrok dengan pasukan Ukraina di atas Snihurivka, sebuah kota sekitar 30 mil sebelah utara Kherson.
Desa-desa dan kota-kota di Ukraina telah mengalami pertempuran dan penembakan yang lebih berat, saat pasukan Ukraina dan Rusia berusaha untuk maju dari sisi yang berbeda setelah lebih dari delapan setengah bulan perang.
Sedikitnya sembilan warga sipil tewas dan 24 lainnya luka-luka dalam 24 jam, menurut kantor Presiden Ukraina, yang juga menuduh Rusia menggunakan drone peledak, roket, artileri berat dan pesawat untuk menyerang delapan wilayah di tenggara negara itu.
Staf umum angkatan bersenjata Ukraina percaya sekitar 780 tentara Rusia tewas di negara itu pada hari terakhir.
Rusia mundur dari Kherson
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memerintahkan pasukan negara itu untuk mundur ke tepi kanan sungai Dnipro, sebuah langkah yang kemungkinan akan membuat Moskwa menyerahkan kota utama Kherson di selatan.
Kemenangan Ukraina di Kherson, salah satu target utama serangan balik Kyiv di selatan negara itu, akan dilihat secara luas sebagai pukulan signifikan bagi presiden Rusia Vladimir Putin.
Perkembangan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah upacara tingkat tinggi di Moskwa yang isinya mengumumkan pencaplokan Kherson, bersama tiga wilayah lainnya.
Jenderal Sergei Surovikin sendiri yang merekomendasikan untuk menarik pasukan Rusia dari tepi barat Sungai Dnieper karena alasan kesulitan logistik.
“Kherson tidak dapat sepenuhnya disuplai dan berfungsi. Rusia melakukan segala kemungkinan untuk memastikan evakuasi penduduk Kherson,” lapor Surovikin memberi tahu Shoigu dalam pembahasan perang yang disiarkan televisi.
“Keputusan untuk bertahan di tepi kiri Dnieper tidak mudah, pada saat yang sama kami akan menyelamatkan nyawa militer kami,” tambah Surovikin.
Sementara itu, Kirill Stremousov, wakil kepala pemerintahan yang ditempatkan Rusia di wilayah Kherson, tewas dalam kecelakaan mobil, kantor berita negara melaporkan, mengutip pejabat lokal yang didukung Rusia.
Stremousov, sebelumnya seorang blogger anti-vaksin dan marjinal politik, telah muncul sebagai salah satu wajah publik paling menonjol dari pendudukan Rusia di Ukraina.
Dia sering menggunakan media sosial untuk merekam video anti-Ukraina yang agresif. Kematian Stremousov terjadi ketika Ukraina tampaknya telah meluncurkan serangan baru untuk merebut kembali kota utama Kherson.
Ekspor biji ukraina
Rusia mengatakan masih tidak melihat kemajuan terkait pelonggaran ekspor pupuk dan biji-bijian, bagian dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam. Moskwa mencermati kondisi ini sebagai hal mendasar untuk memutuskan memperpanjang inisiatif lebih dari minggu depan.
Seorang juru bicara kementerian luar negeri Rusia mengatakan AS dan Uni Eropa menghalangi ekspor Rusia, dan masih belum jelas apakah Rusia akan memperpanjang partisipasinya dalam inisiatif tersebut.
Zelenskiy pada Selasa (8/11/2022) menyerukan perpanjangan kesepakatan ekspor biji-bijian Laut Hitam yang mencabut blokade Rusia terhadap tiga pelabuhan utama Ukraina dan meredakan krisis pangan global.
Kesepakatan itu, yang ditengahi oleh Turki dan PBB pada Juli, berakhir pada 19 November dan tampak dalam bahaya pada Oktober ketika Rusia menangguhkan partisipasinya sebelum bergabung kembali.
Ukraina juga menginginkan kesepakatan ekspor biji-bijian diperluas untuk mencakup lebih banyak pelabuhan dan barang.
Kyiv juga berharap keputusan untuk memperbarui pakta setidaknya selama satu tahun akan diambil minggu depan, kata wakil menteri infrastruktur dalam sebuah wawancara dengan Reuters.
Perbaikan jembatan Crimea
Kementerian Pertahanan Inggris merilis pembaruan intelijen terbarunya, dengan mengatakan: “Upaya Rusia untuk memperbaiki jembatan Crimea terus berlanjut tetapi tidak mungkin beroperasi penuh hingga setidaknya September 2023.”
Menurut intelijen, jalan jembatan ditutup kemarin untuk memungkinkan pergerakan dan pemasangan pengganti seluas 64 meter lintasan. Tiga bentang lagi akan diperlukan untuk mengganti bagian yang rusak.
“Meskipun para pejabat Crimea telah mengklaim perbaikan ini akan berlaku pada 20 Desember, sebuah pengarahan yang diberikan kepada Presiden Putin menambahkan bahwa pekerjaan pada jalur lalu lintas lainnya akan menyebabkan gangguan lalu lintas jalan hingga Maret 2023.”
Komunikasi Rusia-AS
Juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, mengaku Moskwa menjalin kontak dengan pejabat AS dari waktu ke waktu.
Dilaporkan bahwa akan segera ada konsultasi AS-Rusia tentang perjanjian pengurangan senjata nuklir New Start, perjanjian pengendalian senjata terakhir yang tersisa antara dua negara terbesar di dunia berkekuatan nuklir.
Sementara itu relasi berbeda tampaknya terjadi antara Moskwa dan London, dengan Menteri Pertahanan Inggris mengatakan Rusia telah menjadi “musuh aktif” selama beberapa tahun.
Hal itu disampaikan Ben Wallace saat mengunjungi kamp tentara Lydd di Kent, tempat para sukarelawan Ukraina dilatih untuk berperang melawan Rusia.
Pejabat tinggi kabinet itu merujuk pada keracunan Novichok Salisbury pada 2016 dan mengatakan Inggris tidak takut akan pembalasan dari Rusia karena mendukung Ukraina.
Kehidupan Warga Kherson
Sepasang suami istri mengubur ponsel mereka di taman agar tidak disita oleh penjajah Rusia.
Sementara yang lain memberikan mobil mereka atau membayar suap agar tentara Rusia membiarkan mereka melarikan diri ke tanah yang dikuasai Ukraina.
Ini adalah situasi terkini warga Ukraina, yang tanahnya sedang diokupansi Rusia.
Dilansir dari Channel News Asia, banyak warga yang kehilangan bisnis dan rumah mereka.
Sebelum penarikan pasukan, Rusia sudah jadi penguasa baru Kherson dan wilayah tetangganya Zaporizhzhia di selatan Ukraina yang dilanda perang.
Mereka yang berhasil melarikan diri menceritakan kisah paranoia yang hampir total dan penaklukan terhadap keinginan tentara dan orang-orang yang ditunjuk Kremlin.
Rusia telah memberlakukan darurat militer dan membatasi komunikasi di empat wilayah Ukraina yang dinyatakan sebagai miliknya pada bulan September.
Tidak ada yang berada di bawah kendali penuh Kremlin dan semuanya mengalami pertempuran sengit di bulan ketiga serangan Ukraina kembali ke tanah-tanah yang direbut.
Kurangnya akses media independen ke wilayah yang dikuasai Rusia membuat cerita-cerita ini hampir mustahil untuk diverifikasi secara independen.
Namun pola yang mereka lukis tidak mudah sesuai dengan versi yang digambarkan media Kremlin untuk audiens domestik mereka.
"Itu sangat menakutkan," kata mantan insinyur pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Anton Ovcharov.
Pembangkit yang dimiliki Rusia dan terbesar di Eropa itu berada di dekat lokasi penembakan terus-menerus dan hanya memiliki daya yang cukup untuk menjaga enam reaktor tertutupnya agar tidak meleleh.
"Seluruh kota kami penuh dengan orang asing dengan senjata," kata penduduk asli Energodar berusia 44 tahun itu.
Lyudmyla dan Oleksandr Shevchuk mengatakan pasukan Rusia di desa Kachkarivka wilayah Kherson mereka akan menerobos masuk ke rumah-rumah penduduk dan menyita ponsel.
Suami dan istri berusia 56 tahun itu menambahkan bahwa Rusia mungkin takut bahwa penduduk setempat akan menyerahkan posisi mereka kepada pasukan Ukraina di dekat garis depan.
"Mereka akan berjalan dari rumah ke rumah dengan senjata mereka. Kemudian mereka akan membuang semua telepon ke dalam ember dan pergi," kata Lyudmyla.
"Kami akan mengubur ponsel kami. Semua orang akan melakukan itu. Yang tidak mengubur ponsel mereka tepat waktu, semuanya kehilangan ponsel mereka," tambahnya.
Ibu dua anak Iryna Mykhaylena mengatakan tentara pernah menghentikan dia dan putrinya di tengah jalan di kota Berdyansk, wilayah Zaporizhzhia.
"Mereka mengobrak-abrik tasnya, mencari teleponnya. Pada hari yang sama, teman saya yang berusia 12 tahun berjalan sendirian di jalan dan juga dihentikan. Mereka juga menggeledah tasnya," kata makelar berusia 43 tahun
(*/tribun-medan.com/kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-saat-menghadiri-parade-militer.jpg)