Banjir Sei Rampah

Sekolah Terpaksa Liburkan Aktivitas Belajar Mengajar Akibat Banjir yang Semakin Meluas di Sei Rampah

Akibat banjir yang terjadi SMK Negeri I Sei Rampah, sekolah terpaksa meliburkan aktivitas belajar mengajar untuk sementara waktu. 

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ade Saputra

Sekolah Terpaksa Liburkan Aktivitas Belajar Mengajar Akibat Banjir Semakin Meluas di Sei Rampah

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Banjir akibat meluapnya Sungai Bedagai semakin meluas, Selasa (15/11/2022).

Selain meredam rumah, air yang terus mengalami peningkatan juga meredam pekarangan sekolah yang ada di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai. 

Akibat banjir yang terjadi SMK Negeri I Sei Rampah, sekolah terpaksa meliburkan aktivitas belajar mengajar untuk sementara waktu. 

Pantuan Tribun, air meredam halaman sekolah hingga akses menuju ruang kelas tak dapat dilalui. Banjir juga hampir memasuki kelas dan ruang kepala sekolah. 

Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 1, Sei Rampah Zulham membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan pihaknya terpaksa memulangkan siswa karena banjir yang meredam kompleks sekolah tersebut. 

"Karena memang banjir sudah meredam halaman dan hampir masuk ruang kelas. Jadi akses untuk ke ruang kelas tidak dapat dilalui sehingga kita terpaksa tidak melakukan proses belajar mengajar di kelas," kata Zulham

Untuk sementara waktu, sambungnya, pihak sekolah akan melakukan belajar dalam jaringan (daring), jika banjir tak kunjung mengalami penurunan. 

"Untuk sementara kita akan lakukan proses belajar daring jika banjir belum juga surut. Seperti tahun kemarin banjir melanda hampir 2 bulan. Namun jika keadaan sudah normal kita akan belajar seperti biasa," katanya. 

Banjir yang melanda Kecamatan Sei Rampah telah berlangsung sejak Senin (14/11/2022) semalam.

Namun ketinggian air semakin meningkat seiring intensitas hujan yang mengguyur sejumlah kecamatan. 

Selain sekolah, ratusan rumah warga juga teredam air. Puluhan hektare sawah warga pun rusak akibat banjir yang semakin meluas. 

Kabid Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Bencana, BPBD Kabupaten Serdangbedagai,  Manangkok Gultom memperkirakan 528 rumah warga terendam air. 

Katanya, pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap jumlah pasti korban terdampak banjir

"Sampai saat ini ada 528 rumah yang kemungkinan terdampak banjir. Namun tim kita masih terus melakukan pendataan karana air pada tadi pagi kembali meningkat," katanya. 

Meski air meredam ratusan rumah, warga terlihat masih memilih bertahan di dalam rumah. 

(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved