Breaking News:

Berita Viral

KASIHAN, Orangtua Pasung Anaknya Selama Tiga Tahun di Gubuk Sepi, Polisi Langsung Lakukan Evakuasi

Seorang pemuda berinisial AP (21) dipasung orangtuanya selama tiga tahun di dalam gubuk. 

HO
Seorang pemuda berinisial AP (21) dipasung orangtuanya selama tiga tahun di dalam gubuk.  

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah penemuan mengagetkan terjadi di Kutai Kartanegara. 

Seorang pemuda berinisial AP (21) dipasung orangtuanya selama tiga tahun di dalam gubuk. 

Polisi yang mendapatkan informasi ini langsung mengevakuasi AP (21), yang dipasung oleh orang tuanya selama tiga tahun terakhir di Kawasan Tabang, Kutai Kartanegara.

AP dipasung sejak Oktober tahun 2019 lalu.

Kepala Kepolisian Sektor Tabang Iptu Sulaksono membenarkan adanya evakuasi terhadap pemuda tersebut.

Kepolisian mengevakuasi pemuda yang dipasung itu pada Selasa (15/11/2022).

Baca juga: Motif Mahasiswi Cantik CZ Bikin Video Syur Adegan Tiga Orang, Kombes Farman: Banyak Beban Pikiran

Baca juga: Kasus Tewasnya Brigadir J, Bripka RR Terpukul Orangtua di Kampung Jadi Sasaran

Menurut Iptu Sulaksono, pemuda itu dipasung oleh orang tuanya karena mengalami disparitas mental.

“Betul, anak itu mengalami disperitas mental, jadi kami lakukan penyelamatan anak yang dipasung tersebut,” katanya dikonfirmasi pada Rabu (16/11/2022), dikutip Kompas.com.

Ia menambahkan, orang tua AP memasung anaknya setelah melihat perubahan tingkah laku AP yang sering mandi dan jalan tak tentu arah.

AP bahkan disebut berkomunikasi terbatas sesuai keinginannya.

Karena khawatir mengganggu warga, orangtuanya memutuskan untuk mengurung AP di sebuah pondok kecil di hutan belakang rumahnya, Desa Muara Kebaq, Kecamatan Tabang.

“Karena orangtuanya masih berpikir primitif jadi dia melakukan tindakan yang berlawanan hukum.”

“Sehingga oleh Bhabinkamtibmas dengan tim kesehatan kita melakukan kegiatan membuka rumah pemasungan anak tersebut dan perawatan, serta pemahaman kepada orang tuanya yang tidak mengerti aturan tersebut,” jelas dia.

Diketahui AP saat ini dalam kondisi sehat dan telah dikembalikan ke rumah utama untuk mendapat perawatan dari tenaga kesehatan.

Kepolisian tetap mengawasi AP. Orangtua AP pun akan diberi bimbingan edukasi, baik dari segi hukum dan pemahaman kesehatan.

“Kami tak menerapkan proses hukum, kami bantu berikan edukasi, termasuk ke semua warga di desa ini,” ungkapnya.

Baca juga: Sekuriti yang Aniaya Istrinya hingga Babak Belur Ditangkap, Anaknya Ngaku Setahun Ibunya Dipukuli

Baca juga: Sejumlah Alasan Bupati Anne Ratna Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Ngaku Tak Dinafkahi dan Ada Kekerasan

(*)

Berita sudah tayang di kompas.tv

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved