Breaking News:

Pemkab Sergai

Empat Kecamatan di Kabupaten Sergai Tergenang Banjir, Warga Sei Rampah Akui Tak Separah Tahun Lalu

Warga Dusun III Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah Tata Herlisa menceritakan bahwa banjir melanda rumahnya sejak beberapa hari lalu.

Editor: Satia
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, dan Bupati Serdangbedagai Darma Wijaya, Kamis (18/11/2021), menyambangi Sungai Bedagai yang airnya meluap dan merendam ribuan rumah di Kecamatan Sei Rampah. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SERGAI - Warga Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai mengaku jika banjir yang melanda rumahnya sejak beberapa hari ini tidak separah tahun lalu.

Warga Dusun III Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah Tata Herlisa menceritakan bahwa banjir melanda rumahnya sejak beberapa hari lalu.

"Sejak beberapa hari lalu sudah banjir, namun cepat surut. Kalo gak salah udah 3 kalilah banjir datang lalu surut begini, "ungkapnya saat diwawancara di tenda pengungsian di bibir sungai Belutu, Jumat (18/11/2022).

Ia pun menilai normalisasi sungai yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai bersama forum CSR sudah terlaksana namun diakuinya belum memuaskan.

"Ada, normalisasi udah dibuat, adalah perubahannya tapi belum maksimal karna belum bisa atasi banjir, "ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan warga Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah, Pangaribuan yang mengaku jika normalisasi sungai yang dilakukan Pemerintah sudah cukup baik dilakukan.

Ia bahkan mengharapkan agar normalisasi diteruskan agar masalah banjir dapat tuntas teratasi.

"Kalo dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sekarang ini kita tidak lagi khawatir berlebihan. Kalo masalah banjir, musibah itu urusan Tuhan, namun kan kita sebagai manusia harus berupaya,"tegasnya.

Bahkan jika bisa kedepan, Pemerintah menyusun aturan tentang larangan menanami atau mendirikan bangunan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) agar banjir tidak lagi terulang setiap tahun.

"Saya sudah sampaikan kepada pak Bupati dan pak Kadis, ini harus ada aturannya. Jika tidak setiap tahun anggaran kita habis untuk masalah banjir saja tanpa solusi kongkrit, " Jelasnya.

Begitu juga warga Desa Sukadamai Kecamatan Sei Bamban Rini Nasution yang mengaku rumahnya banjir akibat jebolnya tanggul di dekat rumahnya di Dusun 16 Desa Sukadamai.

"Kemarin kejadiannya karna pecah bentengnya. Karna hujan terus jadi air melimpah semua sampe ke rumah kami. Bentengnya gak kuat makanya keluar airnya dari sungai," Ucapnya.

Dirinya berharap agar banjir yang melanda segera reda dan Pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol.

Sementara itu, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Tambunan kemarin, Kamis (17/11/2022) terlihat mengunjungi sejumlah tenda pengungsian di Kecamatan Sei Rampah dan Sei Bamban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved