Breaking News:

Banjir di Sergai

Takut Tekor Akibat Banjir, Petani Singkong Terpaksa Panen Sebelum Waktunya

Banjir yang merendam Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai membawa dampak buruk bagi petani singkong

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Petani yang ada di Dusun V, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai terpaksa memanen tanamannya setelah terendam air banjir sejak beberapa hari lalu. /Anugrah Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Akibat banjir yang tak kunjung surut di Dusun V, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai, petani singkong terpaksa panen sebelum waktunya.

Para petani singkong khawatir, jika tidak segera dipanen, maka tanaman mereka bisa hancur.

Untuk mengantisipasi kerugian yang begitu besar, petani singkong terpaksa panen lebih awal. 

"Terpaksa harus dipanenlah, dari pada mati," kata Apin, satu diantara petani singkong di Kecamatan Sei Rampah, Minggu (20/11/2022).

Baca juga: Kota Medan Banjir, Warga Jalan KL Yos Sudarso Sindir Pemko Medan: Wisata Air Gratis

Apin mengatakan, biasanya ia memanen singkong dalam usia 8 sampai 10 bulan.

Namun, kata Apin, saat ini usia singkong yang dipanen itu baru empat bulan.

"Daripada rugi besar, mau tidak mau lah harus dipanen," ungkap Apin. 

Apin menyebutkan, lahan singkong miliknya yang terendam banjir ada berkisar dua hektare.

Diprediksi, Apin mengalami kerugian puluhan juta. 

Baca juga: Sudah 6 Hari Kecamatan Sei Rampah Terendam Banjir, Air tak Kunjung Surut

"Ini pun hasil panennya nanti hanya untuk bayar para pekerja saja. Kalau ditanya kerugian, sampai puluhan juta juga," ungkap Apin. 

Senada disampaikan Ridwan, petani lainnya.

Ia mengatakan, semua bibit yang baru ditanam habis disapu banjir

"Ini baru saja mau tanam, sudah kena banjir.Jadi bibit bibit semua habis terendam banjir," katanya. 

Baca juga: 4 Kelurahan di Medan Deli Tenggelam Dilanda Banjir, Tanjung Mulia Paling Parah

Dia menyebutkan, karena banjir yang tak kunjung surut membuat musim tanam padi terpaksa mundur hingga sawah tak lagi terendam banjir

"Kalau musim tanam mundur panen pun terpaksa mundur jugalah. Ini juga belum tau sampai kapan mau tanam karana banjir juga belum surut," katanya. 

Baca juga: Ratusan Rumah di Komplek Perumahan Taman Sari Baru di Tanjung Morawa Terendam Banjir

Banjir yang menggenangi 6 kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai sebelum terjadi pada Senin (14/11/2022) kemarin. 

Setidaknya banjir merendam 4000 ribu rumah dan berdampak bagi 15 ribu warga di sana.

Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Sergai, Dedi Iskandar tidak menjawab ketika dikonfirmasi terkait jumlah lahan pertanian yang terendam banjir di Kabupaten Serdang Bedagai. (cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved