Kombes Turun Tangan Bantu Anak

Polisi Berpangkat Kombes Turun Tangan Amankan Anaknya yang Diduga Lakukan Penganiayaan

Seorang anggota Polri berpangkat Kombes disebut turun tangan menangani dugaan penganiayaan oleh anaknya inisial RC kepada FB (16) di lingkungan PTIK.

Editor: M.Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang anggota Polri berpangkat Kombes disebut turun tangan menangani dugaan penganiayaan oleh anaknya inisial RC kepada FB (16) di lingkungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan.

RC dan FB diketahui sedang mengikuti bimbingan belajar (bimbel) jasmani calon pendaftar taruna akademi Polri di PTIK.

Sosok Kombes tersebut turun tangan untuk menangani agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan tanpa mengaitkannya dengan institusi Polri.

Yusna, ibunda dari FB, mengaku telah menerima pesan singkat dari orangtua terduga pelaku berinisial RC.

Menurut Yusna, isi pesan singkat itu berupa permintaan maaf sekaligus permintaan penyelesaian kasus.

Orangtua terduga pelaku berinisial RC berharap agar kasus diselesaikan secara bijaksana, tak melibatkan institusi.

Lantaran hal itu akan menurunkan citra martabat orangua terduga pelaku sebagai Polri.

Menanggapi pesan itu, Yusna mengaku telah menerima permintaan maaf dari perwira polisi yang merupakan ayah terduga pelaku yang menganiaya putranya.

Namun, Yusna secara tegas menyampaikan kepada orangtua terduga pelaku bahwa ia tetap memproses secara hukum kasus demi mendapatkan keadilan.

Ia menuturkan tak hanya meminta kasus ini rampung, Kombes tersebut mengirim aturan bimbel PTIK melalui pesan singkat.

Pesan itu dikirim bersamaan dengan permintaan maaf dan permohonan agar kasus tersebut berakhir damai.

Yusna merasa salah satu aturan bimbel tersebut janggal.

Menurut Yusna, isinya seperti terkait dengan pemicu penganiayaan yang dialami putranya.

Untuk diketahui, putra Yusna sebelumnya dituding mengambil topi pelaku hingga berujung dianiaya.

Yusna curiga aturan bimbel yang dikirim oleh orangtua terduga pelaku baru dibuat setelah kasus penganiayaan terhadap anaknya ramai diberitakan.

Meski telah memaafkan terduga pelaku berinisial RC, Yusna berharap kasus penganiayaan yang telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan tetap diusut agar menjadi pembelajaran bagi terduga pelaku.

Sebagai informasi, dugaan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (12/11/2022).

Saat itu pelaku dan korban sama-sama mengikuti bimbel jasmani di area PTIK, untuk calon pendaftar taruna Akpol. (*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved