Berita Sumut

Buka Rumah Restorative Justice di 17 Kecamatan Sergai, Kejaksaan: Penyelesaian di Luar Pengadilan

rumah restorative justice sudah berdiri di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai.

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ade Saputra

Buka Rumah Restorative Justice di 17 Kecamatan Sergai, Kejaksaan: Penyelesaian di Luar Pengadilan

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai kembali membuka rumah restorative justice di kantor Desa, Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kegiatan ini adalah yang kedua kali dilakukan.

Kini, rumah restorative justice sudah berdiri di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai.

Pada kegiatan diikuti oleh sejumlah Kepala Desa, Camat dan Kapolsek di Kabupaten Sergai secara daring pada Kamis (24/11/2022).

Kepala Kejaksaan Serdang Bedagai, M Amin mengatakan, langkah tersebut diambil sesuai arahan dari Jaksa Agung yang bertujuan menyelesaikan perkara perkara tindak pidana dengan mengedepankan pemulihan dan bukan pembalasan oleh korban.

"Dengan adanya rumah restorative justice kita harap peyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku atau korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pada pembalasan oleh korban," kata M Amin, kepada Tribun.

Amin menyebutkan, restorative justice dilakukan untuk menyelesaikan tindak pidana bagi mereka yang berselisih dengan ancaman pidana dibawah 5 tahun penjara.

Selain itu, dalam perkara tersebut, orang orang yang berselisih belum pernah mendapatkan hukum pidana.

Katanya pelaksanaannya restorative justice menjadi penting agar semua permasalahan bisa efesien dan tetap memasukkan nilai-nilai keadilan dan kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat setempat.

"Kejaksaan RI memandang perlu ruang masyarakat untuk dapat bertemu dan menyerap aspirasi secara langsung dari tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat. Untuk menyelaraskan nilai-nilai itu dengan hukum positif yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan dalam proses restorative justice," ujarnya.

Amin pun berharap, dengan didirikannya rumah restorative justice perkara perkara dapat diselesaikan di luar persidangan.

Dia pun mendorong peran pemerintah Desa, Camat dan kepolisian mulai tingkat Desa agar membantu masyarakat menyelesaikan masalah lewat jalur mediasi kekeluargaan.

"Kita harap semakin banyak rumah rumah RJ yang akan dibuka ditingkat Desa hingga Kabupaten agar penyelesaian perkara tidak sampai pada proses persidangan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved