Breaking News:

Viral Medsos

Eks Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi: Saya Dengar Ismail Bolong Sudah Diamankan ke Jakarta

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk menangkap Ismail Bolong.

Editor: Abdi Tumanggor
HO
RUMAH MEWAH DENGAN DERETAN MOBIL MEWAH: Penampakan rumah mewah Ismail Bolong di Kota Samarinda. Tampak paling mencolok adalah kendaraan roda empat warna putih jenis Hummer H2. Kendaraan seharga sekitar Rp 2,7 miliar itu menjadi tunggangan sehari-hari Ismail Bolong. Di sisi Hummer H2 ada mobil sport Mini Cooper. Harga barunya, berdasarkan penelusuran di media sosial sekitar Rp 1,385 miliar. Ada juga Lexus RX F-Sport yang harganya sekitar Rp 1,475 miliar. Selanjutnya, Toyota Alphard seharga Rp 1,347 miliar, serta Toyota Camry yang harganya di kisaran Rp 741 juta. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Eks Kabareskrim Komjen (Purn) Ito Sumardi: Saya Dengar Ismail Bolong Sudah Diamankan ke Jakarta

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk menangkap Ismail Bolong

Terkait mengenai kabar penangkapan Ismail Bolong tersebut, mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Ito Sumardi menyatakan dari informasi yang didapat, memang anggota Polri telah mengamankannya ke Jakarta. 

Mantan anggota Satuan Intel dan Keamanan Polres Samarinda dengan pangkat terakhir Aiptu itu kini sedang menjalani pemeriksaan di Divisi Propam Polri.

Pemeriksaan Ismail Bolong di Propam Polri ini karena menyangkut informasi dugaan anggota polri dalam deking tambang ilegal. 

Baca juga: Ferdy Sambo Akui Propam Pernah Selidiki Kasus Mafia Tambang Ismail Bolong, Nama Kabareskrim Terseret

"Informasi yang saya tahu, sekarang Ismail Bolong sudah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan intensif," ujar Ito di program Kompas Petang KOMPAS TV, Kamis (24/11/2022).

Ito menilai pemeriksaan terhadap Ismail Bolong ini bukan sebatas pernyataannya terkait dugaan keterlibatan perwira tinggi Polri sebagai deking tambang ilegal.

Namun juga untuk menggali informasi terkait jaringan bisnis gelap tambang ilegal yang ada di Kalimantan maupun di daerah lain. 

Termasuk apakah ada anggota Polri yang terlibat di dalam bisnis tersebut. 

"Kita tunggu saja, saya yakin pak Kapolri sudah memerintahkan ini harus diungkap tuntas," ujar Ito.

Lebih lanjut Ito menjelaskan bisa saja nantinya Komjen Agus Andrianto dinonaktifkan dari jabatan Kabareskrim Polri.

Namun penonaktifan perwira tinggi ini tidak dilakukan secara serta merta, melainkan harus ada indikasi kuat Pati tersebut terlibat.

Jika masih sekadar dugaan maka hal ini tidak perlu harus menonaktifkan.

"Ini kan masih isu saja dan masih diselidiki, kalau dinonaktifkan itu harus ada indikasi kuat menerima atau terlibat," ujar Ito.

Baca juga: Deretan Mobil dan Rumah Mewah Ismail Bolong Sorotan di Tengah Ramainya Kabar Bisnis Tambang Ilegal

Baca juga: Fakta Baru Kasus Mafia Tambang, Ada Pengakuan Ferdy Sambo, Kapolri Perintahkan Tangkap Ismail Bolong

(*/tribun-medan.com/kompas.tv)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved