Berita Viral

GAWAT! 500 Ton Beras di Gudang Bulog Raib, Diduga Digelapkan Pihak Swasta, Kini Diproses Hukum

Sebanyak 500 ton beras di Gudang Bulog hilang. Peristiwa ini terjadi di Bittoeng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

HO/Tribun Medan
ILUSTRASI Stok Beras di Bulog Sumut. Ketersediaan stok beras Bulog Sumut mencapai 11.472 ton, Pimpinan Wilayah Sumut Perum Bulog Arif Mandu pastikan stok aman sampai Desember mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sebanyak 500 ton beras di Gudang Bulog hilang. Peristiwa ini terjadi di Bittoeng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya akan mengambil jalur hukum terkait kejadian itu.

Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11/2022), Buwas menjelaskan kepada wartawan beras tersebut awalnya dipinjamkan kepada pihak swasta.

Namun setelah berapa lama tidak juga dikembalikan.

"Jadi yang 500 itu, ini kan baru kita penjajakan. Diambil, keterangan dari internal kita katanya ini dipinjamkan. Apapun namanya, itu akan dipertanggungjawabkan secara hukum," kata Buwas seperti dikutip dari Kompas.com.

"Kalau dipinjamkan itu harus segera dikembalikan yang 500 ton itu, saat ini sedang ditangani internal kita. Tapi kita sudah menyiapkan untuk ditangani secara hukum pidana itu," ujarnya.

Baca juga: Edy Rahmayadi Ingin Cabut Seluruh Sertifikat Rumah di Bantaran Sungai, Pengamat Bilang Begini

Baca juga: PROFIL Citra Kresna, Mantan Istri Pebulutangkis Kini Dekat dengan Enji Baskoro, Profesinya Mentereng

Buwas menyatakan sudah memecat kepala gudang yang bertugas di wilayah tersebut.

"Kepala gudang. Sudah, saya enggak main-main itu, langsung copot. Itu sudah melibatkan Bulog, oknum Bulog, kepala gudang, nanti dipecat, harus," sebutnya.

Penyelidikan internal dilakukan oleh pimpinan wilayah Perum Bulog Sulselbar, Bahtiar AS, melakukan investagasi terkait raibnya 500 ton beras di gudang itu.

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan raibnya 500 tong beras di gudang Bittoeng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Karena hal itu pimpinan cabang pembantu bulog Pinrang, Radtyo W Putra Sikado dan kepala gudang Lampa, Pekkabata, Pinrang, Muhammad Idris berikan sanksi berupa pecopotan," kata Bahtiar AS kepada Kompas.com, pada Selasa (22/11/2022).

Selain itu, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polres Pinrang yang sedang berlangsung. Mengingat saat ini sudah ada lima orang saksi yang diperiksa penyidik Satuan Reskrim Polres setempat.

Mengenai keterkaitan dengan mitra kerja Bulog dengan para oknum tertentu baik itu dari internal maupun eksternal dalam kasus ini, tim masih melakukan pendalaman.

"Untuk hal-hal yang sifatnya di luar prosedur, sudah menyalahi aturan dan menyebabkan fraud (praktik kecurangan) maka harus dipertanggungjawabkan. Tentunya proses hukum akan tetap berjalan," kata Bakhtiar seperti dikutip dari Antara.

"Dan kami selalu melakukan koordinasi dan memberikan informasi yang dibutuhkan ke aparat hukum untuk menyelesaikan hal ini sebagai bentuk keterbukaan dan keseriusan Bulog mengawal hingga kasus ini tuntas," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved