News Video

Tak Terima Divideokan, 6 Pemuda Keroyok Pekerja Warung Makan di Merek, Kapolsek: Sudah Kita Mediasi

Berawal dari tidak terima karena kedatangannya divideokan, enam orang pemuda memukul pekerja warung makan di kawasan Desa Dokan

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Berawal dari tidak terima karena kedatangannya divideokan, enam orang pemuda memukul pekerja warung makan di kawasan Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Aksi pemukulan ini, terekam kamera pengawas (CCTV) warung yang terletak di Jalan Kabanjahe-Merek ini.

Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Tigapanah AKP Halashon Sohitang, kasus ini terjadi pada Senin (21/11/2022) kemarin. Dirinya menjelaskan, peristiwa penganiayaan yang videonya telah viral itu terjadi di RM Barokah sekira pukul 23.00 WIB.

"Terkait viralnya video penganiayaan, itu terjadi pada Senin kemarin sekira pukul 23.00 WIB, di sebuah rumah makan di seberang SPBU Dokan," Ujar Halashon, saat ditemui di Polsek Tigapanah, Kamis (24/11/2022).

Dikatakan Halashon, berdasarkan pengakuan dari pemilik warung tersebut awalnya sejumlah pemuda datang ke warung tersebut untuk makan. Namun, pemilik warung yang melihat gelagat para remaja tersebut sedikit ribut ia meminta pekerjanya untuk merekam aktivitas di sana.

"Jadi awalnya enam pemuda datang, kemudian pada saat makan pemilik warung melihat gelagat remaja yang ramai-ramai, kemudian memvideokan. Namun, para remaja tersebut keberatan dan menanyakan kenapa kami divideokan," Ucapnya.

Kemudian, karena merasa tidak terima aktivitasnya di sana divideokan selanjutnya terjadi keributan. Dari rekaman video CCTV, tampak para pemuda tersebut sempat melayangkan pukulan ke pekerja warung tersebut.

"Kemudian mereka (para pemuda) langsung pulang, dan tidak jadi membayar makanan tersebut," Katanya.

Dijelaskan Halashon, atas viralnya kejadian tersebut pihaknya sudah mempertemukan kedua belah pihak baik pemilik warung maupun para pemuda tersebut. Di mana, pihaknya menyarankan agar keduanya melakukan perdamaian.

"Sudah selesai dan kita sudah pastikan bersama dengan perangkat desa, kita sudah pertemukan dengan orangtua dari para pemuda," Ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan berdasarkan pengakuan dari pemilik warung sebernarnya ia tidak ingin masalah ini berlanjut. Sebelum dipertemukan oleh pihak Polsek Tigapanah, pemilik warung juga sudah memiliki niat untuk berdamai.

(mns/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved