Breaking News:

Berita Medan

PERINGATI HARI GURU, Bobby Nasution Sebut Pemko Sudah Mendata 1.057 Guru Penggerak di Medan

Wali Kota Bobby Nasution menyatakan hingga saat ini Pemko Medan terus mendata guru penggerak untuk bisa mendaftar menjadi PPPK.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ade Saputra

PERINGATI HARI GURU, Bobby Nasution Sebut Pemko Sudah Mendata 1.057 Guru Penggerak di Medan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Wali Kota Bobby Nasution menyatakan hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendata guru penggerak untuk bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Hal tersebut sesuai dengan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadiem Makariem dalam peringatan Hari Guru Nasional yang dibacakan langsung oleh Bobby Nasution pada upacara di Lapangan Benteng, Kota Medan, Jumat (25/11/2022).

Dikatakan Bobby Nasution, saat ini sudah ada sekitar 1.057 guru penggerak yang didaftarkan ke Kemendikbud untuk program PPPK dan ASN. 

"Mengenai hal itu kami sampai dengan hari ini terus mendata seluruh guru untuk bisa mendaftarkan ke P3K ASN, kita juga inginnya prosesnya di percepat dari pihak menteri," ucap Bobby, Jumat.

Disebutkan Bobby, perekrutan PPPK guru mengikuti jadwal dari Kemendikbudristek.

"Kalaupun bisa secepatnya kami Pemerintah Kota Medan pengen secepatnya karena satu support kami adalah memberikan data yang dimintakan oleh kementerian baik itu menteri pendidikan ataupun Menpan RB," ungkapnya.

Selain itu, kata Bobby, terkait penempatan guru honorer hingga saat ini masih terus dikondisikan oleh Dinas Pendidikan Medan

"Untuk permasalahan penempatan guru honorer saat ini selain sudah kita kondisikan dengan disdik kita juga terus mencari solusi  hingga saat ini," jelasnya. 

Terkait target waktu guru penggerak bisa menjadi PPPK, Bobby tidak menjelaskan secara rinci.

"Ini kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat tadi sudah kami sampaikan bahwa kami pemerintah daerah inginnya segera namun target ini bukan hanya di daerah namun data nya kita kumpulkan di pusat baru tindakan pusat melakukan tindakan akselarasi," jelasnya. 

Bobby memastikan, pihaknya akan secepat mungkin melakukan proses pengangkatan apabila sudah ada deadline dari pusat.

"Pasti itu jika telah keluar deadline kapan dari pusat misal dari tanggal sekian ke tanggal sekian secepat mungkin kami lakukan pengangkatan," pungkasnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved